nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kim Kardashian Pilih Kelamin Anak lewat Bayi Tabung

Erika Kurnia, Jurnalis · Jum'at 26 Juni 2015 13:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 06 26 481 1171814 kim-kardashian-pilih-kelamin-anak-lewat-bayi-tabung-SDR3h05dvO.jpg Kim pilih jenis kelamin anak lewat bayi tabung (Foto: Foxnews)

BINTANG acara televisi Kim Kardashian dan suaminya Kanye West baru-baru ini dilaporkan sedang mengharapkan bayi laki-laki. Menurut satu sumber, mereka akan mendapatkan itu dengan menanamkan embrio kelamin laki-laki, dalam program bayi tabung mereka nanti.

"Kanye mencintai putrinya lebih dari apa pun. Tetapi untuk melengkapi itu, ia menginginkan seorang anak laki-laki untuk ahli waris," kata sumber tersebut seperti dikutip dari Foxnews, Jumat (26/6/2015).

Namun demikian, Kardashian yang berbicara terbuka tentang perjuangannya untuk mengandung anak kedua membantah pernyataan tersebut. Jika pernyataan itu benar, pilihan Kardashian dan West tidak akan didukung oleh kalangan medis profesional.

Dr Manny Alvarez, ketua divisi obstetri dan ginekologi Hackensack University Medical Center mengatakan bahwa, tidak ada indikasi medis dari pilihan tersebut. Banyak kalangan medis menentang prosedur pemilihan kelamin (sex-selection) tersebut karena adanya risiko sindrom Rett dan sindrom Alport.

Menurut National Institutes of Health (NIH), sindrom Rett ditandai dengan masalah perkembangan saraf yang bisa menyebabkan gangguan fungsi gerak tangan, pertumbuhan otak dan kepala yang melambat, juga masalah berjalan dan kemampuan intelektual.

Sementara itu, sindrom Alport dicirikan dengan penyakit ginjal, kehilangan pendengaran, dan penglihatan yang abnormal. Sindrom Alport lebih parah terjadi pada anak berkelamin laki-laki daripada perempuan, menurut NIH.

Untuk memilih jenis kelamin bayi melalui program bayi tabung atau In Vitro Fertilisation (IVF), seorang wanita harus menjalani praimplantasi genetika (PGS), di mana dokter menggambar beberapa sel dari embrio dan melakukan analisis DNA dari ke-23 pasang kromosom.

Banyak kontroversi seputar pemilihan jenis kelamin untuk alasan non-medis. Alvarez mengatakan bahwa, memiliki anak laki-laki dan perempuan tidak selalu akan menyeimbangkan keluarga, seperti dengan cinta, perlindungan, pendidikan, dan bimbingan yang terbaik.

"Saya juga pernah memiliki pasien yang mengharapkan dapat memilih jenis kelamin yang sesuai dengan keinginan mereka, tetapi saya tidak merekomendasikannya. Anda harus menghargai setiap kelamin anak yang berkembang di rahim Anda,” ujarnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini