Dua Metode Pemutihan Pembalut yang Wajib Diketahui

Erika Kurnia, Jurnalis · Rabu 08 Juli 2015 18:32 WIB
https: img.okezone.com content 2015 07 08 481 1178434 dua-metode-pemutihan-pembalut-yang-wajib-diketahui-wPcoa3vyhU.jpg Dua metode pemutihan pembalut (Foto: Diytrade)

PUTIHNYA pembalut yang wanita pakai setiap menstruasi adalah salah satu syarat untuk memenuhi Standar Nasional Indonesia. Itulah mengapa proses pemutihan atau bleaching bahan dasar pembalut diperlukan.

SNI 16-6363-2000 yang mengatur tentang pembalut wanita mengharuskan pembalut memiliki daya serap minimal 10 kali, dari bobot awal dan tidak berfluorensi kuat. Fluorensi adalah tes yang dilakukan untuk melihat adanya klorin yang terdapat dalam pembalut sebagai sisa dari proses pemutihan.

Pada awalnya, proses pemutihan pembalut menggunakan gas klorin yang hanya membutuhkan biaya lebih sedikit dalam industri. Penggunaan gas klorin sendiri sudah dilarang oleh Kementerian Kesehatan dan dunia, karena dapat menghasilkan senyawa dioksin dalam jumlah berbahaya yang bersifat karsinogen. Namun, kini ada dua metode pemutihan yang diperbolehkan sesuai dengan Guidance US FDA.

Elemental Chlorine-Free (ECF)

Metode ini tidak menggunakan elemen gas klorin, melainkan chlorine dioxide yang menghasilkan dioksin dalam jumlah sangat rendah sehingga dapat dinyatakan bebas dioksin. Dengan metode ini, sisa reduksi klorin dalam hasil akhir pembuatan pembalut sangat dimungkinkan, namun tidak ada batas ambang yang ditetapkan karena kemungkinan klorin yang tersisa hanya sedikit.

Totally Chlorine-Free (TFC)

Metode ini sama sekali tidak menggunakan klorin, baik dalam bentuk gas maupun senyawa. Metode ini menggunakan Hidrogen Peroksida dan juga dinyatakan bebas dioksin. Sejumlah negara maju telah mengharuskan penggunaan metode ini untuk membuat produk pembalut atau tampon.

Ada batasan penggunaan klorin di pembalut, klik beritanya di sini.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini