Share

Adun, Menu Khas Warga Madura saat Lebaran

Syaiful Islam, Okezone · Jum'at 17 Juli 2015 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2015 07 23 298 1184286 adun-menu-khas-warga-madura-saat-lebaran-xpOCHegH6K.jpg Adun makanan khas Lebaran di Madura (Foto:Syaiful Islam/Okezone)

MASYARAKAT Madura mempunyai masakan khas saat Lebaran, salah satunya adalah adun. Jika belum familiar, mungkin mendengar namanya sekali Anda akan mengira ini nama orang. Padahal, adun adalah masakan berbahan dasar ayam kampung dan berkuah santan.

Masakan ini sangat digemari banyak orang, sebab rasanya memang nikmat. Uniknya, adun sendiri tidak mudah dijumpai pada hari biasa, karena tidak ada warga yang menjual. Masyarakat membuat masakan adun hanya pada moment tertentu, salah satunya Lebaran.

Sehingga, masakan adun paling diburu oleh warga Madura ketika Lebaran. Cara membuatnya cukup rumit, jika keliru dalam membuatnya, maka rasa adun tidak enak.

Langkah pertama untuk membuat adun yakni, sembelih ayam kampung yang kemudian dibersihkan, lalu dipanggang tanpa bumbu. Jika tidak dipanggang, rasa dari masakan adun nantinya kurang enak. Usai dipanggang, ayam dipotong kecil-kecil (sesuai selera) dan dimasukkan dalam kuali yang sudah berisi santan bercampur bumbu. Ketika masakan adun sudah masak tidak langsung dimakan, melainkan disimpan terlebih dulu sekira tiga jam agar bumbu meresap ke daging ayam.

Selanjutnya, adun disantap dengan nasi putih. Cara makannya pun berbeda dengan masakan lain, dimana nasi yang sudah disiapkan dibentuk bulat kecil-kecil seperti pentol. Pentol nasi pun dicelupkan dalam kuah adun, lalu dimakan. Jika ingin pedas, maka kuah adun bisa ditambah dengan cabai rawit.

"Masakan adun ini merupakan masakan khas warga Madura ketika Lebaran," terang tokoh masyarakat Desa Langkap, Kecamatan Burneh, H Zakaria, kepada Okezone Jumat (17/7/2015).

Bahkan, sambung Zakaria, jika belum makan adun serasa belum Lebaran. Pasalnya, masakan adun merupakan menu wajib warga Madura ketika Lebaran. Kemudian masakan adun ini dibagikan ke sanak keluarga dan para tetangga.

"Begitu sebaliknya, tetangga yang lain juga mengantarkan adun atau saling tukar. Kami menyebutnya dengan istilah ter ater. Sejak dulu masakan adun sudah ada karena warisan dari nenek moyang," pungkas Zakaria. (yac)

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini