Image

Euis Sunarti, Pelopor Penggiat Keluarga Indonesia

Vessy Frizona, Jurnalis · Sabtu 08 Agustus 2015, 06:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 08 07 196 1192210 euis-sunarti-pelopor-penggiat-keluarga-indonesia-2xs2mdURJt.jpg Euis Sunarti (Foto: Euis)
NAMANYA memang tidak dikenal luas, namun pemikiran, tindakan, serta kepeduliannya terhadap kesejahteraan keluarga Indonsia sangat besar.
 

Adalah Prof. DR. Ir. Uis Sunarti, M.Si yang memilih mendedikasikan hidup untuk membangun ketahanan keluarga Indonseia.

Berawal dari keprihatinannya melihat kemunculan kasus-kasus kejahatan di negeri ini yang semua berasal dari ketidaksempurnaan keluarga, dalam menjalankan fungsi sebagaimana mestinya. Sejak itu ia sadar bahwa peran dan fungsi keluarga Indonesia perlu pembenahan.

"Awalnya saya melihat masyarakat menganggap keluarga sebagai suatu hal yang normatif dan masih kurang diperhatikan. Padahal, keluarga adalah sistem utama yang membentuk karakter manusia. Pada tahun 2014 adalah puncak yang membuat saya sadar dan terpukul mengapa keluarga dipersalahkan terhadap munculnya kasus-kasus. Seperti perceraian, pemerkosaan, kejahatan teknologi, korupsi, pencemaran lingkungan, pornografi, hingga pembunuhan," ujar Euis mengawali perbincangan.

Semua kasus itu kemudian dihubungkan dengan keluarga, perempuan, dan anak sehingga orang menyalahkan keluarga. Dari situ wanita yang berprofesi sebagai Dosen ini berpikir, mengapa keluarga yang seharusnya menjadi pelindung, pendidik, dan pengaman garda terdepan pembentukan karakter manusia tetapi justru disalahkan.

Akhirnya wanita kelahiran Bandung, 18 Januari 1965 ini berinisiatif untuk melakukan gerakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjalankan peran dan fungsi keluarga secara utuh. Sebuah perhimpuanan bernama Penggiat Keluarga (GIGA) ia dirikan bersama para ahli, praktisi, peminat, pemerhati-penggiat pembangunan keluarga pada tahun 2014.

Penggiat Keluarga merupakan kependekan dari “Jejaring Penggiat Pembangunan Keluarga”, yaitu wadah berhimpunnya atau berjejaringnya para pihak yang peduli dan ingin berpartisipasi dalam pembangunan keluarga. Jejaring penggiat keluarga menghimpun para ahli, praktisi, pemerhati, maupun peminat pembangunan keluarga, baik secara perorangan maupun secara kelembagaan.

"Resminya di akte notaris tahun 2014, tapi sebetulnya sudah lama dijalankan. Sebab, kami tidak ingin repot dengan masalah organisasi yang legalitas. Awalnya saya membentuk organisasi bernama SAMARA (Sakinah, Mawadah, Warahmah-Red) yang merupakan pusat kajian keluarga dan anak. Kemudian dari situ kami ingin memperluas, dan kami coba untuk mengembangkannya," jelas euis panjang lebar.

Lewat kehadiran GIGA wanita berusia 50 tahun ini berharap tercipta lingkungan keuarga yang penuh cinta kasih, pekerjaan yang mendorong kesejahteraan keluarga, serta aktivitas ekonomi yang sejalan dengan kebutuhan keluarga.

"Dulu dalam keluarga yang bekerja hanya Ayah. Tapi, kehidupan keluarga bisa sejahtera, anak-anak dapat menamatkan sekolah hingga SLTA, moral pun terbentuk dengan baik. Namun, sekarang kebanyakan orangtua yang bekerja suami-istri hanya mengejar kesejahteraan secara ekonomi saja, pendidikan yang lain terabaikan," tutupnya. (vin)

(yac)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini