nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Susu Ini Cocok untuk Anak Alergi

Erika Kurnia, Jurnalis · Jum'at 07 Agustus 2015 19:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 08 07 481 1192468 susu-ini-cocok-untuk-anak-alergi-SxGLmaoSrj.jpg Susu ini cocok untuk anak alergi (Foto: Fitday)

TANPA disadari, banyak anak yang sejak usia dini mengidap alergi terhadap susu sapi. Sayangnya, tidak banyak orangtua yang menyadari adanya alergi tersebut, sehingga anak mendapat dampak jangka panjang bagi kesehatan dan optimalisasi tumbuh kembangnya. Dengan demikian, anak perlu diberikan sumber protein alternatif untuk mencukupi gizinya.

"Pemberian susu isolat protein kedelai dapat dijadikan alternatif yang aman dan terbukti dapat memenuhi nutrisi yang dibutuhkan untuk optimalisasi tumbuh kembang anak. Selain itu, susu jenis tersebut terjangkau, mudah diperoleh, dan rasanya lebih enak," kata Prof Yvan Vandenplas, Pakar Gastroenterologi dan Nutrisi Anak dari Vrije Universitet Brussel Belgia, dalam acara "Nutritalk" oleh Sarihusada, di Jakarta, Jumat (7/8/2015).

Para peneliti sudah mengembangkan berbagai jenis susu untuk anak degan alergi susu sapi. Susu yang dihidrolisis untuk memecah protein susu sapi, menjadi lebih kecil agar tidak memicu alergi telah dibuat dan dapat direkomendasikan dokter. Akan tetapi susu-susu tersebut terbilang mahal dan rasanya yang tidak enak membuatnya tidak cocok diberikan pada anak yang sudah diperkenalkan susu formula biasa, berbeda dengan susu formula kedelai (bukan susu kedelai biasa) yang telah dijelaskan sebelumnya.

"Karena tidak adanya gejala spesifik, kurangnya pengetahuan, dan jarangnya dilakukan tes alergi, kesulitan deteksi kasus alergi protein susu sapi merupakan hal yang sering terjadi di hampir seluruh dunia," kata Vandenplas. Ia menambahkan bahwa meningkatkan pengenalan dan pengetahuan terhadap gejala alergi susu sapi serta penanganan alergi secara telat menjadi hal yang penting untuk menekan dampak jangka panjang.

Berdasarkan banyak penelitian, alergi susu sapi mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan berbagai penyakit pada kehidupan selanjutnya. Vandenplas mengatakan, susu sapi merupakan salah satu makanan yang merupakan sumber protein untuk dapat mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak.

Sebuah penelitian 'cross-sectional' di Amerika Serikat 2014 yang dilakukan terhadap 6.189 anak berusia 2-17 tahun, memperlihatkan secara signifikan bahwa anak-anak yang memiliki alergi makanan dengan sejarah alergi susu sapi memiliki rata-rata tinggi badan, berat badan, dan indeks massa tubuh lebih rendah daripada mereka yang tidak alergi susu sapi.

Satu dari 25 anak Indonesia menderita alergi protein susu sapi, dengan gejala paling umum pada pernapasan (51,5 persen) dan kulit (48,7 persen). Sisanya gejala pada pencernaan (39,3 persen) dan gejala-gejala lain seperti pada mata dan susunan saraf pusat atau sakit kepala.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini