Suami Kecanduan Pornografi Bukan Masalah Istri

Vessy Frizona, Jurnalis · Selasa 11 Agustus 2015 20:06 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 11 196 1194382 suami-kecanduan-pornografi-bukan-masalah-istri-pFrdPRikhr.jpg Pria menonton pornografi (Foto: Thedatereport)

WAJAR bila istri cemas, terganggu, dan takut ketika suami begitu β€˜gila’ pornografi. Wanita menganggap itu kebiasaan atau hobi buruk yang harus disembuhkan. Bahkan ada yang sampai menganggap bahwa kecanduan pornografi adalah penyakit kelaianan seks.

Di tengah ketakutan istri, pendapat lain mengatakan bahwa konyol bila istri takut saat suami kecanduan pornografi, terlebih bila menganggap itu penyakit serius. Dalam hal ini sebetulnya istri hanya perlu memahami mengapa suami menyukai pornografi dan tidak perlu dijadikan masalah. Beriku alasannya.

Cara kerja otak pria berbeda dari wanita

Sebagai istri wajar bila Anda berharap kalau hanya diri Anda yang menjadi satu-satunya objek pikiran seksual suami. Jadi ketika istri mengetahui suaminya mencari objek lain untuk pikiran seksualnya maka dia menjadi marah dan merasa dikhianati. Padahal, istri pertahu kalau ternyata pria dan wanita memiliki kerja otak yang berbeda terkait seks. Pria memiliki testosteron lebih tinggi yang merupakan hormon libido. Maka tak heran kalau pria 'mengejar seksual' 2,5 kali lebih besar dari wanita.

Pornografi bukan masalah istri

Kabar baiknya adalah, otak manusia banyak berubah dari waktu ke waktu. Sementara otak pria menjadi kurang berorientasi pada seksual seiring bertambahnya usia mereka. Secara khusus, pria lebih relasional dan berorientasi pada tugasnya sebagai ayah. Sementara itu, saat otaknya berkembang, Anda akan melihat banyak perilaku pria yang berorientasi seksual (seperti melihat wanita lain, melihat pornografi, dll). Tapi tidak ada gangguan di otaknya.

Mengawasi tapi jangan seperti polisi

Polisi berwenang menangani masalah pornografi. Tapi mereka tidak bisa memasuki ranah rumah tangga Anda dan suami. Sebagai seorang istri, Anda hanya bisa membantu suami mengontrol kecanduan mereka. Misalnya dengan konseling kelas, forum online, dan rajin ibadah agar kebiasaan suami dapat terkontrol. Demikian dilansir Familyshare, Selasa (11/8/2015).

(yac)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini