nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gejala Alergi Susu Sapi Sering Tidak Diketahui

Erika Kurnia, Jurnalis · Rabu 12 Agustus 2015 07:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 08 12 481 1194665 gejala-alergi-susu-sapi-sering-tidak-diketahui-QObYXE4Ra1.jpg Alergi susu jarang diketahui (Foto: Wisegeek)

SUSU sapi mungkin hanya menjadi salah sumber protein yang dapat mendukung optimalisasi pertumbuhan anak. Namun, perkenalan susu sapi dalam bentuk susu formula yang lebih dini pada bayi dan faktor genetik bisa menjadi penyebab alergi susu sapi.

Sayangnya tidak ada gejala-gejala spesifik akibat alergi susu sapi tersebut, kata Profesor Yvan Vandenplas, pakar gastroenrologi (pakar di bidang saluran pencernaan makanan) dan nutrisi anak dari Vrije Universitteit di Brussel, Belgia.

“Kurangnya pengetahuan, jarangnya tes alergi yang dilakukan, dan kesulitan deteksi kasus alergi protein susu sapi merupakan hal yang sering terjadi di negara-negara di seluruh dunia,” kata Vandenplas dalam acara Nutritalk bersama Sarihusada di Jakarta, beberapa saat lalu.

Penelitian oleh S Tikkanen 2000 mengenai “Status anak-anak usia di bawah 10 tahun dengan riwayat alergi protein susu sapi di awal kehidupan” dan RA Wood 2003 mengenai “Perjalanan sejarah alergi makanan” menyimpulkan bahwa asma, alergi rinitis, dan eksim lebih sering terjadi pada anak-anak dengan alergi protein susu dibanding populasi umum.

Pada kesempatan yang sama, Dr dr Zakiudin Munasir Sp(A)K menjelaskan bahwa di Indonesia, satu dari 25 anak menderita alergi protein susu sapi dengan gejala paling umum pada pernapasan (51,5 persen) dan kulit (48,7 persen). Sisanya gejala pada pencernaan (39,3 persen) dan gejala-gejala lain seperti pada mata dan susunan saraf pusat atau sakit kepala.

“Kalau anak menderita gejala non-spesifik akibat alergi susu sapi, ruginya karena anak harus mendapat perawatan yang salah. Ini bisa dibuktikan dengan tes kulit atau alergi di laboratorium atau dengan mencoba uji eliminasi dan provokasi terhadap susu sapi,” pesan Dr Zakiudin, yang juga menjabat sebagai Ketua Divisi Alergi Imunologi Departeman Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini