nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Makanan Pesawat & Beberapa Fakta Menariknya

Selasa 18 Agustus 2015 13:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 08 18 298 1198037 makanan-pesawat-beberapa-fakta-menariknya-ibDccOz5o2.jpg Makanan di pesawat (Foto:Wikipedia)

APAKAH AbraFoodies menganggap dirinya seorang traveler? Kalau iya, penting kamu baca artikel ini biar kamu tahu beberapa hal menarik tentang makanan pesawat yang pasti kamu temukan kalau lagi berpergian!

Pernah enggak Foodies, lagi naik pesawat terus kamu dapat atau membeli makanan dari maskapai penerbangan? Kalau pernah, kamu pasti nyadar kalau rasanya sebenernya agak berbeda dengan rasa makanan pada umumnya. AbraFoodies tahu enggak, sebenernya persiapan makanan yang disuguhkan di dalam pesawat tuh memerlukan waktu, proses dan metode yang sangat rumit? Baca terus saja artikel ini untuk mengetahui beberapa fakta unik tentang makanan pesawat!

Efek udara yang kering…

Hal ini pasti pernah dialamin oleh banyak orang yang makan di dalam pesawat. Makanan yang disuguhkan ataupun kalau kamu bawa makanan sendiri ke dalam pesawat, rasanya pasti kurang oke ataupun jadi hambar. Kenapa begitu? Menurut sebuah institut riset German, Fraunhofer Institute, jika kita makan sesuatu di sebuah kabin yang diregulasi tekanan udaranya, ditambah dengan kondisi udara yang kering dan dingin, kemampuan indera pengecapan kita berkurang sebanyak 30 persen! Enggak heran kalau makanan rasanya jadi hambar.

Juga efek suara berisik

Selain kondisi udara yang kurang ideal, ternyata ada faktor lain juga yang memengaruhi kemampuan pengecapan kita. Menurut sekelompok peneliti dari Cornell University, kemampuan pengecapan kita juga berkurang karena suara mesin pesawat yang berisik! Suara yang membisingkan ini ternyata mengurangi kemampuan kita menikmati rasa manis AbraFoodies.

Dimasak di airport

Pada umumnya, makanan pesawat disiapkan minimal 10 jam sebelum jadwal pesawat tersebut terbang. Lokasi masaknya? Di sebuah dapur besar yang terletak di dalam kompleks airport. Di dapur-dapur tersebut, makanan pesawat diracik dan dimasak sampai tingkat kematangan sekitar 60 persen. Karena setiap harinya ada ratusan pesawat yang memerlukan makanan, maka kapasitas kerja dapur-dapur tersebut sangatlah hebat. Sebuah supplier makanan pesawat yang besar di dunia bisa menghasilkan sekitar 15 ribu loyang roti per jam! Gila ya Foodies!

Buang saja semua!

Kalau seandainya sebuah pesawat lagi disiapkan untuk berangkat, tapi tiba-tiba penerbangannya tertunda untuk waktu yang cukup lama, makanan yang sebelumnya udah dipersiapkan seharusnya dibuang karena sudahe nggak fresh lagi. Hal ini diperlukan untuk mencegah adanya pencemaran ataupun kasus keracunan makanan.

Yang penting ada yang mengendalikan pesawat 

Ngomong-ngomong tentang kesehatan dan pencemaran makanan, hampir semua maskapai penerbangan mengharuskan sang pilot dan co-pilot untuk makan dua hal yang berbeda. Hal ini dilakukan agar mencegah terjadinya keracunan makanan pada dua orang penting yang bisa mendaratkan pesawat. Kan enggak lucu kalau tiba-tiba kedua pilot jatuh sakit!

Cari yang berkuah

Kalau seandainya di penerbangan Foodies dikasih pilihan dua atau lebih tipe makanan, ambil makanan yang sekiranya lebih berkuah! Hindari makanan yang mengandung ayam ataupun pasta karena makanan-makanan tersebut cenderung lebih cepat kering kalau dipanaskan. Kan lebih enggak enak lagi makannya!

Pengalaman makan gourmet di ketinggian 10 ribu meter

Beberapa maskapai penerbangan seperi Qatar Airways dan Virgin Atlantic menjalin kerja sama dengan restoran-restoran ternama di dunia dalam meracik dan membuat resep makanan yang sekiranya bakal enak dimakan walaupun kondisi udara kurang ideal. Bagi kamu yang bisa terbang di kelas premium seperti Business Class ataupun First Class, kamu bakal bisa ngerasain pengalaman makan yang gak jauh kalah dengan pengalaman makan di sebuah restoran fine dining. Meskipun begitu, beberapa maskapai penerbangan seperti JetBlue dan Cathay Pacific juga menawarkan makanan pesawat yang lebih bersifat gourmet bagi mereka yang duduk di kelas Ekonomi.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini