nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wisata Sepeda di Pontianak Banjir Turis Belanda

Dina Prihatini, Jurnalis · Rabu 19 Agustus 2015 14:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 08 19 406 1198807 wisata-sepeda-di-pontianak-banjir-turis-belanda-BVEo8F9IA9.jpg Wisata sepeda di pontianak banjir turis Belanda (Foto: Ehow)

POTENSI wisata di Pontianak mampu memikat pasangan wisatawan asal Belanda yakni Mr Thijs dan Mrs Marieke Scheep.

Kekaguman kedua pasangan turis ini diungkapkan ketika mereka mengikuti Cycling Tour Pontianak Kapuas Riverside Package (paket wisata bersepeda menyusuri pinggiran Sungai Kapuas) yang disajikan oleh Herfin Yulianto, penggagas tur bersepeda.

“Ini merupakan hal yang unik dan menarik ketika kami bisa mengeksplor Kota Pontianak dengan bersepeda. Kami melihat Pontianak yang sesungguhnya di Kampung Beting dengan kehidupan masyarakat sekitarnya,” ujar Thijs kepada Okezone.

Marieke juga menyatakan hal yang sama, dirinya sangat puas mengikuti paket tur bersepeda ini. Kendati waktu yang disediakan kurang lebih empat jam, namun ia sangat menikmati Pontianak dengan cara bersepeda menyusuri Sungai Kapuas yang unik.

“Kami sangat puas mengikuti Cycling Tour Kapuas Riverside ini, pelayanannya bagus, guidenya ramah, makanannya enak. Kami akan kembali lagi kelak dan memberitahukan kepada teman-teman kami bahwa Pontianak sangat bagus untuk dikunjungi,” ungkapnya.

Ide tur bersepeda menyusuri Sungai Kapuas ini tercetus oleh Herfin Yulianto yang melirik potensi yang dimiliki Kota Pontianak dengan Sungai Kapuasnya. Hal ini dimanfaatkannya dengan membuka paket tur bersepeda bagi wisatawan yang ingin menyusuri keindahan Sungai Kapuas lebih dekat.

Herfin memanjakan para tamunya dengan mengayuh sepeda bersama menyusuri jalan sepanjang Sungai Kapuas yang unik, melewati jalan-jalan kecil dan berkelok, melewati pasar tua tepi sungai, melihat aktivitas kehidupan masyarakat lokal, menjumpai banyak angkutan transportasi sungai yang sibuk seharian lalu lalang, melihat kapal besar, kapal bandong, kapal tongkang dan sampan tradisional.

“Wisatawan terutama mancanegara justru lebih senang mengikuti tur seperti ini dibandingkan mereka naik mobil karena mereka bisa menyusuri dan menikmati lebih dekat tempat-tempat menarik di Pontianak dengan bersepeda,” kata Herfin.

Ia menambahkan, dalam paket tur bersepeda ini, ada dua alternatif pilihan waktu yakni pukul 08.00 atau 15.00 WIB. Untuk paket ini, cukup membayar Rp350 ribu per orang, para peserta akan mendapat fasilitas tour guide, peminjaman sepeda gunung, helm dan kamera, serta boat fee (naik sampan) termasuk makan dan minum. “Tidak ada minimum peserta dan disarankan melakukan reservasi terlebih dahulu,” terangnya.

Untuk rute yang ditempuh dalam Cycling Tour ini, lanjut Herfin, start dari Jalan Gajah Mada 9 menuju Gereja Katedral Yosef.

Dari Gereja Katedral dilanjutkan ke Lapangan Keboen Sajoek untuk melihat relief perjuangan 10 kerajaan di Kalbar. Kemudian, perjalanan bersepeda menyusuri Jalan Pattimura menuju Jalan Tamar untuk mengunjungi SDN Negeri 14.

Dahulu bangunan sekolah ini adalah bangunan HIS (sekolah jaman penjajahan Belanda) yang masih berdiri kokoh hingga kini dan masih asli.

Perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi Taman Alun Kapuas menikmati suasana pinggiran Sungai Kapuas.

Puas menikmati keindahan Sungai Kapuas, destinasi berikutnya adalah Vihara Bodhisatva Karaniya Metta di dekat Pasar Kapuas Indah. Setelah itu, kembali mengayuh sepeda menyusuri Pasar Tengah dan Jalan Barito.

Di pelabuhan Senghie, para turis akan berhenti sejenak melihat aktivitas bongkar muat kapal-kapal kayu.

Tepat di depan Pelabuhan Senghie, terdapat sebuah yayasan bernama Yayasan Kuning Agung. Para peserta akan diajak mengunjungi yayasan tersebut sebagai heritage bangunan tempo dulu.

Rombongan kembali diajak mengayuh sepeda menyusuri pinggiran Sungai Kapuas menuju Kampung Kamboja. Setelah itu, menaiki Jembatan Kapuas menuju Jalan Tanjung Raya I ke Pasar Tradisional di tepi sungai, tepatnya depan Istana Keraton Kadriah.

Selanjutnya, mengunjungi Istana Kadriah dan Masjid Jami’ sebagai cikal-bakal sejarah awal berdirinya Kota Pontianak.

Kemudian, Kampung Beting menjadi destinasi terakhir para turis yang mengikuti cycling tour ini. “Setelah itu, para turis akan kita ajak untuk naik sampan bersama sepeda-sepeda mereka, menyeberangi Sungai Kapuas dari Kampung Beting ke Pasar Tengah untuk makan siang di Rumah Makan Mak Etek, menikmati sajian kuliner melayu yakni ikan asam pedas,” jelasnya.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini