Berapa Jumlah Kolesterol Normal dalam Tubuh?

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 16 September 2015 21:16 WIB
https: img.okezone.com content 2015 09 16 481 1215470 berapa-jumlah-kolesterol-normal-dalam-tubuh-v9JkYED4Bv.jpg Ilustrasi cek kesehatan (Foto: Bulletproofexec)

TUBUH kita membutuhkan kolesterol baik agar kesehatan selalu terjaga. Namun sebaliknya, jadikan kolesterol jahat sebagai musuh karena dapat memicu penyakit jantung koroner. Lalu berapakah jumlah kolesterol normal yang seharusnya ada di dalam tubuh kita?

Diterangkan Dokter Spesialis Penyakit Jantung dan Kardiologis Dr Djoko Maryono DsPD DsPJ FIHA FACC, kadar kolesterol yang ada di dalam tubuh kita seharusnya 130 mg/L hingga 200 mg/L. Sementara itu jumlah LDL harus kurang dari 130 mg/L dan HDL harus lebih dari 40 mg/L.

"Kalau jumlah kolesterol di dalam tubuh kurang dari 130 mg/L artinya sangat buruk. Begitu juga kalau jumlah kolesterol di atas 200 mg/L sangat tinggi dan berbahaya," ujar Dr Djoko saat Media Gathering Hemaviton 'Kebiasaan Baru Turunkan Kolesterol' di kawasan SCBD Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2015).

Pada kesempatan itu, Okezone juga tak mau ketinggalan cek kadar kolesterol tubuh yang tersedia di booth. Petugas booth cek kolesterol mengambil sample darah kita dengan cara ditembak sedikit, tetapi tidak menimbulkan rasa sakit atau perih.

Setelah itu, darahnya diteteskan pada alat pengukur kolesterol berukuran kecil dan sabar menunggu jalannya timer yang ada di alat tersebut. Sekira 200 detik, hasil kolesterol muncul dengan akurasi tepat.

Hasilnya, kadar kolesterol Okezone jumlahnya muncul sebesar 159 mg/L. Artinya angka itu normal dan harus terus dipertahankan.

Mengingat kolesterol jahat sangat berbahaya bagi tubuh kita, Dr Djoko menambahkan, setiap orang wajib cek kolesterol minimal dua tahun sekali. Hal ini wajib rutin dilakukan bagi Anda yang sudah berusia 25 tahun ke atas.

"Kolesterol jahat dapat memicu banyak penyakit kardiovaskuler. Paling banyak yaitu serangan jantung, yang saat ini tidak hanya orang tua saja. Mereka yang berada di bawah 40 tahun juga rawan mengalami ini," simpul Dr Djoko.

(yac)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini