Akibat Kabut Asap, Penderita ISPA Meroket

Renny Sundayani, Jurnalis · Kamis 17 September 2015 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2015 09 17 481 1215971 akibat-kabut-asap-penderita-ispa-meroket-0sgwAKpdoC.jpg Wanita memakai masker (Foto: Mcha)

KABUT asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sekitar Sumatera Selatan dan Kalimantan sudah dalam kondisi mengkhawatirkan dan merugikan. Tak hanya berdampak buruk bagi lingkungan, kabut asap juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan.

Pasalnya, kabut asap mengandung gas beracun salah satunya karbonmonosida, yang mana gas beracun tersebut tak bisa difilter oleh tubuh.

"Belum lagi debunya, yang bisa memicu terganggunya saluran napas sehingga menimbulkan gejala seperti alergi dan penumpukan lendir. Kalau anak kecil reaksinya bisa muntah-muntah karena belum bisa keluarkan lendir sendiri, " ungkap Achmad Yurianto selaku Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan Kemenkes dalam diskusi 'Senator Kita' di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2015).

Diskusi 'Senator Kita' di Gedung Dewan Pers, Jakarta (Foto: Renny/Okezone)

Salah satu cara untuk menghindari asap kebakaran tersebut adalah dengan cara tinggal di rumah, kemudian anak sekolah diliburkan, serta penggunaan masker.

Menurut Achmad, penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) mulai meningkat di Sumatera dan Kalimantan pada bulan September, yakni sekitar 5-7 persen per minggu. Bahkan di Riau, ada 26 ribu kasus ISPA dalam minggu ini.

"ISPA kalau sudah kronis bukan ISPA lagi tapi bisa menjalar ke radang tenggorokan kronis, bahkan bisa menjalar ke radang paru-paru," tutupnya.

(yac)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini