nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cemaran Kimia yang Sering Ada di Jajanan Anak

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 17 September 2015 20:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 09 17 481 1216184 cemaran-kimia-yang-sering-ada-di-jajanan-anak-qkxG7O6ONJ.jpg Cemaran kimia sering ada di jajanan anak (Foto: Antara)

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih kerap menemukan cemaran kimia di dalam beragam jenis jajanan anak. Umumnya, makanan itu dijual oleh pedagang kaki lima yang berjejer di area sekolahnya.

Dikatakan Direktur Pengawasan Produk Dan Bahan Berbahaya BPOM, Dr dr Mustofa Apt MKes, masalah kaitan pangan yang sering dijumpai yaitu mengandung borax alias pengenyal, formalin alias pengawet mayat, rhodamin B alias pewarna merah pada tekstikll dan methanol yellow alias pewarna kuning pada tekstil.

Bahan berbahaya itu kerap digunakan pada makanan bakso, kikil, kue basah, cilok hingga pempek.

"Penyalahgunaan bahan berbahaya terus kita pantau. Pada satu sisi, penjual makanan awalnya gak melakukan kecurangan. Tapi di sisi lain, mereka jadi tertarik melakukan kecurangan itu karena bahannya mudah didapat di pasar," kata dr Mustofa dalam seminar bertema Cermati Kandungan Nutrisi Pada Jajanan Anak di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2015).

Dia menambahkan, pada kasus pencemaran bahan kimia ini, BPOM-lah yang bertanggung jawab. Secara umum trennya kecurangan itu turun sekitar 4,9 persen pada tahun 2013.

Untuk mencegah hal ini, BPOM memiliki program pasar aman dari bahan berbahaya. Di DKI Jakarta sudah ada lima pasar percontohan yang betul-betul aman dari bahan berbahaya.

"Penggunaan bahan tambahan pangan sebenarnya gak dilarang. Tapi ada batasan dan terdaftar 27 jenis bahan yang aman dikonsumsi, seperti pemanis buatan," ungkap dr Mustofa.

Perlu diketahui, selain cemaran kimia berbahaya, jajanan anak-anak juga kerap ditemui mengandung mikroba, seperti bakteri, jamur, hingga parasit.

"Ini terjadi karena tingkat kelembaban cuaca di Indonesia sangat tinggi dan juga pencemaran lingkungan yang mempengaruhi segalanya," tutup dr Mustofa.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini