Sulit Hamil? Ini Program Bayi Tabung Tercanggih di Indonesia

Erika Kurnia, Jurnalis · Jum'at 25 September 2015 18:45 WIB
https: img.okezone.com content 2015 09 25 481 1220853 sulit-hamil-ini-program-bayi-tabung-tercanggih-di-indonesia-XpivzNA0IR.jpg Program bayi tabung tercanggih di Indonesia (Foto: Pregnancy)

KETIDAKSUBURAN bukan halangan bagi setiap pasangan untuk tidak memiliki anak. Dengan program bayi tabung, ada harapan besar bagi pasangan tidak subur untuk bisa memiliki anak. Apalagi teknologi sekarang telah memungkinkan program tersebut sukses 70 persen.

Program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) yang pertama kali diperkenalkan di Indonesia beberapa dekade lalu hanya mampu memberikan kesempatan hamil sekitar 40 persen. Namun, kini sudah ada teknologi terbaru yang bisa memberi keberhasilan sampai sekitar 70 persen.

“Program bayi tabung akan membantu pasien usia produktif yang kesulitan hamil, karena masalah infertilitas yang bisa diketahui bila sulit hamil meski sudah berhubungan bertahun-tahun setelah menikah. Kini ada opsi dengan teknologi terbaru yang disebut Pre-Implantation Genetic Sreening (PGS),” kata Dokter Spesialis Kandungan dan Ginekologi, Ivan S Rini, yang ditemui beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, teknologi PGS dapat mendeteksi ada atau tidaknya kelainan kromosom pada embrio, yang selama ini kerap menjadi penyebab kegagalan penanaman bayi tabung dalam rahim wanita. Dengan PGS, seleksi embrio diakui akan lebih akurat.

“Sebelumnya, seleksi embrio untuk bayi tabung hanya dengan melihat bentuk atau morfologi embrio, yang akan dikategorikan “tidak baik”, “baik” atau “sangat baik”. Tapi kadang prediksi bisa salah, karena yang menentukan embrio itu normal atau tidak adalah kromosom, bukan bentuknya,” jelas Ivan.

Selain itu, program bayi tabung konvensional biasanya dilakukan dengan penanaman lebih dari satu sel embrio terbaik. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya hamil kembar yang justru akan meningkatkan kegagalan bayi tabung atau kehamilan tidak sehat.

“Dengan seleksi kromosom melalui PGS, ini akan meningkatkan kemungkinan hamil sampai 70 persen. Karena kita akan jadi lebih bijaksana dalam menentukan cukup satu sel (embrio) yang normal,” tegas Ivan.

Medical Director Klinik Morula IVF Jakarta ini mengatakan program bayi tabung dengan PGS, yang pertama kali diperkenalkan RS Bunda 2015 ini, memang tidak mudah. Program bayi tabung yang telah dicoba oleh 10 pasien ini membutuhkan biaya lebih dari Rp 80 juta.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini