nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banyak Penampakan di Lubang Jepang Bukittinggi

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Sabtu 17 Oktober 2015 05:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 10 16 406 1233129 banyak-penampakan-di-lubang-jepang-bukittinggi-esADFt7rxY.jpg Lubang Jepang di Bukittinggi (Foto: Utami/Okezone)

LUBANG Jepang merupakan obyek wisata sejarah di Bukittinggi. Situs sejarah ini menyimpan aura mistis yang kerap dirasakan pengunjungnya.

Bukittinggi memiliki banyak jenis wisata kepada para pengunjung. Salah satunya Lubang Jepang yang menjadi obyek wisata sejarah populer.

Lubang Jepang atau kerap disebut Goa Jepang berada di kota Bukittinggi, tepatnya berada di area Taman Panorama dan Lubang Jepang. Letaknya tidak begitu jauh dari Jam Gadang yang berdiri kokoh sebagai ikon Sumatera Barat, bahkan bisa dijangkau dengan berjalan kaki.

Lubang Jepang merupakan sebuah terowongan yang dibangun pada masa penjajahan Jepang. Koordinator Taman Panorama dan Lubang Jepang, Romy menceritakan bahwa awalnya Lubang Jepang awalnya digunakan sebagai bunker pertahanan dari serangan musuh.

Lubang Jepang ini dibangun oleh penduduk di Bukittinggi dan sekitarnya yang datang dari Pulau Jawa dan Kalimantan. Mereka dipekerjakan secara paksa romusha oleh Jepang sekira tahun 1942.

Lebih lanjut, Romy menjelaskan bahwa terowongan ini memiliki panjang 1.470 meter persegi. Terowongan ini dibagi menjadi beberapa ruangan seperti penjara, ruang makan, ruang sidang dan ruang amunisi.

Saat memasuki area pintu depan Lubang Jepang, kesunyian segera menyergap. Pengunjung harus menuruni terowongan yang panjang dengan puluhan tangga cukup curam. Tangga ini diberi pembatas yang memisahkan jalur masuk dan keluar.

Sebagai salah satu tempat yang pernah digunakan untuk menyiksa pribumi, Lubang Jepang dikenal angker. Menurut Romy, ada banyak pengunjung yang melaporkan melihat penampakan, baik penampakan tentara Jepang maupun penampakan lainnya. Namun itu dulu, berbeda dengan sekarang yang suasananya sudah cukup nyaman.

“Memang ada, banyak pengunjung yang mengaku melihat penampakan. Tapi kalau sekarang enggak ada, karena sudah dibuat menjadi nyaman,” ujar Romy kepada Okezone di Bukittinggi, Sumatera Barat baru-baru ini.