nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

10 Penyebab Utama Perceraian yang Harus Diwaspadai

Minggu 18 Oktober 2015 11:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 10 18 196 1233670 10-penyebab-utama-perceraian-yang-harus-diwaspadai-9m5GhendF5.jpg 10 penyebab perceraian yang harus diwaspadai (Ilustrasi: Shutterstock)

BEBERAPA kasus perceraian menimbulkan dampak buruk, baik untuk suami, istri, maupun buah hati mereka.

Dilansir dari Mommiesdaily.com, menurut survey, berikut beberapa alasan yang paling sering menjadi penyebab perceraian suami-istri di Indonesia.

Kurang usaha

Kurangnya usaha untuk mempertahankan percikan-percikan asmara seperti waktu masa pacaran dulu. Sehingga hubungan pernikahan yang sudah berjalan sekian tahun terasa hambar.

Orang ketiga

Media sosial dan berbagai chatting application sering menyamarkan batasan-batasan dan tanpa kita sadari, apa yang kita lakukan sudah cukup menyakiti pasangan kita.

Faktor ekonomi

Para ibu di masa modern ini kebanyakan memiliki peran ganda, yaitu pengurus rumah tangga sekaligus wanita karir yang menghasilkan uang bagi keluarga. Banyak memang yang tidak merasa bahwa itu masalah, yang menjadi masalah adalah ketika para suami tidak terlihat bersemangat untuk mengejar ketertinggalan tersebut dan malah terlalu santai.

Jika di luar masalah penghasilan sang suami tetap menjalankan peran suami dan ayah dengan baik, tak jadi masalah. Tapi banyak juga yang suami yang menjadi tidak percaya diri dan berusaha untuk mendapatkan kepercayaan diri dari perempuan-perempuan yang karirnya masih jauh di bawahnya, atau bahkan berlabuh di pijat “plus-plus”.

KDRT

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), baik yang berupa fisik maupun psikis. Contoh kekerasan psikis di antaranya mengeluarkan kata-kata kasar di depan anak dan orang lain yang seharusnya tidak pantas mendengarnya.

Komunikasi mandek

Komunikasi tidak berjalan baik. Memang tak bisa dipungkiri, ketika sudah punya anak, momen untuk berdua dan diskusi panjang tentang sesuatu jadi lebih susah. Komunikasi lewat chatting pun sering diinterpretasikan berbeda. Terkadang, masing-masing terlalu sibuk denganpekerjaan, bermain di media sosial, dan menikmati kesendirian sampai lupa untuk bertukar kabar dengan pasangannya sepanjang hari. Jadi, banyak masalah kecil yang tidak didiskusikan sampai akhirnya menumpuk.

Intervensi keluarga

Intervensi pihak keluarga atau mertua. Nah, ini biasanya terjadi pada yang masih tinggal bersama keluarga.

Istri lebih “maju”

Seperti poin ketiga, banyak para istri yang mempunyai tekad kuat untuk selalu berkembang, baik dalam karir maupun pencapaian diri yang lainnya, misalnya dalam menjaga kesehatan, perbaikan kualitas hidup, menekuni hobi, mengejar cita-cita, sementara suami seperti diam di tempat. Efeknya ada semacam “jarak” yang jauh antara value istri dan suami.

Kehilangan identitas

Biasanya hal ini lebih banyak terjadi di pihak perempuan. Maksudnya, ibu rumah tangga yang kurang bisa memperluas pengetahuannya di luar urusan mengurus keluarga dan rumah. Akhirnya, suami merasa tidak lagi bisa menjadikan mereka partner hidup.

Tak ada kejujuran

Tidak adanya kejujuran atau transparansi satu sama lain. Mulai dari urusan keuangan, kantor, dan sosial dipendam sekian lama. Bahkan, mereka saling tidak tahu siapa saja teman-teman kantor masing-masing. Nah, apakah privasi dalam pernikahan masih dibutuhkan?

Menikah muda

Menikah terlalu muda, akibatnya ego masing-masing masih terlalu tinggi dan satu sama lain tidak mau mengalah. Walaupun umur memang bukan jaminan kedewasaan seseorang.

Sementara itu, data lain yang tercatat di Badan Peradilan Agaman (Badilag) Mahkamah Agung (MA) menyatakan bahwa sepanjang 2013 lalu ada 319.066 pasangan yang melakukan perceraian. Berikut rinciannya:

Alasan tidak harmoni: 97.615 pasangan

Alasan tidak ada tanggung jawab: 81.266 pasangan

Alasan ekonomi: 74.559 pasangan

Alasan perselingkuhan: 25.310 pasangan

Alasan krisis akhlak: 10.649 pasangan

Alasan cemburu: 9.338 pasangan

Alasan kawin paksa: 3.380 pasangan

Alasan poligami: 1.951 pasangan

(rtw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini