Alat Kontrasepsi Bantu Turunkan Angka Kematian Ibu

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2015 11:21 WIB
https: img.okezone.com content 2015 10 20 481 1234724 alat-kontrasepsi-bantu-turunkan-angka-kematian-ibu-FDkEs3qdzd.jpg Alat kontrasepsi bantu turunkan AKI (Foto: Dewi/Okezone)

PENINGKATAN pelayanan program keluarga berencana (KB) pasca kelahiran dan keguguran dengan alat kontrasepsi, menjadi salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian ibu di Indonesia.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Bencana Nasional (BKKBN) Surya Chandra Surapaty mengatakan, apabila seorang ibu mau memakai alat kontrasepsi secara tepat setelah melahirkan atau keguguran, diyakini dapat mengatur jarak kehamilan dan kelahiran, serta menghindari kehamilan yang tidak diinginkan.

"Tahun 2014 program KB di Indonesia belum mencapai target. Semua rapot merah dan diharapkan 2019 semuanya tercapai," ucap Surya saat pembukaan Workshop Nasional Peningkatan Pelayanan KB Melalui Penguatan Pelayanan Pasca Persalinan dan Pasca Keguguran di Hotel Santika Premiere Bekasi, Selasa (20/10/2015).

Tenaga kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit, tambah Surya, harus mengenalkan program KB pasca persalinan.

"Bidan juga dapat ikut sosialisasi program KB persalinan agar dapat mencapai target," imbuh dia.

Idealnya pemilihan kontrasepsi pasca persalinan sudah direncanakan sejak masa kehamilan dan dipasang setelah 42 hari pasca melahirkan. Namun pada umumnya, seorang ibu biasanya memakai kontrasepsi setelah minggu keenam pasca persalinan, karena seorang ibu enggan hamil lagi dalam waktu dekat.

Sebaliknya, kalau seorang ibu tidak memakai alat kontrasepsi secara tepat risikonya dapat meningkatkan angka kematian ibu.

"Ibu yang terlalu muda melahirkan, terlalu rapat jaraknya kehamilan antara dua sampai tiga tahun dan usianya terlalu tua berisiko meningkatkan angka kematian ibu. Maka itu kita harus menurunkan masalah itu dengan cara menerapkan program KB pasca persalinan," tutupnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini