Kepala BKKBN Sarankan Pasang IUD dan Tubektomi

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2015 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2015 10 20 481 1234794 kepala-bkkbn-sarankan-pasang-iud-dan-tubektomi-HGWJ6eaalR.jpg Saran Kepala BKKBN untuk alat kontrasepsi (Foto: Nydailynews)

KEPALA Badan Kependudukan dan Keluarga Bencana Nasional (BKKBN) Dr Surya Chandra Surapaty, MPH, PhD mengatakan, saat ini banyak dikampanyekan metode penggunaan alat kontrasepsi jangka pendek, seperti kondom, suntik dan pil. Padahal risiko angka kegagalan mencegah kehamilan jumlahnya masih tinggi.

"Metode kontrasepsi jangka pendek risiko putus pakainya tinggi. Padahal kita perlukan yang gak banyak drop out," ucap Surya saat Workshop Nasional Peningkatan Pelayanan KB Melalui Penguatan Pelayanan Pasca Persalinan dan Pasca Keguguran di Hotel Santika Premiere Bekasi, Selasa (20/10/2015).

Surya menyarankan, agar seorang ibu di Indonesia wajib memakai alat kontrasepsi jangka panjang. Jenisnya adalah susuk KB, IUD, tubektomi dan fasektomi.

"Bagusnya ya pakai tubektomi dan IUD. Saya kurang sependapat kalau wanita pasang susuk KB karena pengaruh hormonal dan akan mengganggu proses menyusui," imbuh dia.

Idealnya pemilihan kontrasepsi pasca persalinan sudah direncanakan sejak masa kehamilan dan dipasang setelah 42 hari pasca melahirkan. Sebaliknya, kalau seorang ibu tidak memakai alat kontrasepsi secara tepat risikonya dapat meningkatkan angka kematian ibu.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini