nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menkes: Korban Kabut Asap Harus Pintar Selamatkan Diri!

Erika Kurnia, Jurnalis · Senin 26 Oktober 2015 17:53 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 10 26 481 1238417 menkes-korban-asap-harus-pintar-selamatkan-diri-MIPCNGr1Ii.jpg Korban asap kabut harus pintar selamatkan diri (Foto: Okezone)

KABUT asap yang nyaris menjadi musibah nasional memang menjadi tanggung jawab bersama. Namun, Menkes menyampaikan bahwa usaha menyelamatkan diri harus kembali kepada masing-masing individu, bagaimana mereka kreatif dalam melindungi diri dan patuh mendengarkan saran ahli dan pemerintah.

"Saya mengingatkan kepada masyarakat agar mendengarkan saran yang kami teriakkan sembari kami terus memberi bantuan. Masyarakat harus kreatif, misalnya kalau tidak punya masker, kami sarankan agar pakai saputangan yang dibasahi. Untuk keamanan berikutnya, pasang kain basah di ventilasi ruangan tertutup untuk menghalangi partikel asap agar tidak masuk ke paru-paru kita. Untuk masyarakat lain agar jangan mengomentari saran tersebut secara berlebihan," kata Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek, saat ditemui di Pusdikkes Kodiklat TNI AD, Jakarta Timur, Senin (26/10/2015).

Sejauh ini, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di berbagai wilayah yang paling terkena kabut asap masih menunjukkan angka di antara 300-1000. Adapun pemerintah Indonesia menggunakan indikator sendiri, seperti bila ISPU di atas 300 maka semua masyarakat diharapkan terlindungi dari asap 24 jam, khususnya untuk masyarakat yang berisiko tinggi seperti anak-anak, penderita penyakit pernapasan seperti asma dan penyakit paru PPOK.

"Sesuai instruksi presiden, Kemenko Polhukam melibatkan jajaran terkait, termasuk kemenkes untuk menyediakan tempat pengobatan dan evakuasi yang bisa dikunjungi masyarakat, seperti puskesmas, rumah singgah Kemsos, dan tenda isolasi terdekat dengan tenaga ahli 24 jam. Kami pun telah menyediakan bantuan seperti 'air purifier' di puskesmas. Kami juga telah memenuhi permintaan bantuan dengan mengirim 33,8 ton masker, obat, oxycan, makanan tambahan, nebuliser, air purifier, dan tenda isolasi," imbuh Menkes Nila.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini