nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korban Kabut Asap Butuh Air Bersih

Erika Kurnia, Jurnalis · Kamis 29 Oktober 2015 11:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 10 29 481 1240038 korban-kabut-asap-butuh-air-bersih-IDSMIaRzVQ.jpg Korban kabut asap butuh air bersih (Foto: Antara)

KABUT asap tidak hanya menghambat aktivitas harian masyarakat yang terkena dampak paling parah di Sumatera dan Kalimantan. Bencana nasional ini juga menghambat masyarakat mendapatkan akses air bersih yang penting untuk keseharian mereka.

Menyadari kebutuhan tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat memberikan bantuan berupa 10 kendaraan tangki air dalam operasi tanggap darurat kedua yang dilepas oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, selaku Ketua Umum PMI di kantor PMI Pusat, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (29/10/2015). Operasi PMI ini mendapat bantuan dari Mitra gerakan PMI seperti Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, Palang Merah Amerika dan Palang Merah Australia.

"Masyarakat di sana sangat membutuhkan air bersih untuk keperluan minum, sanitasi, dan kesehatan. Oleh karena itu, kami mengirim kendaraan tangki air agar bisa menampung air dari sumber air di wilayah-wilayah yang membutuhkan yang nanti akan dijernihkan agar siap pakai. Ini akan berguna mengingat kekeringan dan bencana asap ini menyulitkan masyarakat mendapatkan air," kata Ginanjar Kartasasmita, Ketua Harian PMI Pusat, seusai acara pelepasan tersebut.

Tak hanya kendaraan tangki air, sepuluh ambulans, yang dilengkapi dengan 100 ribu masker N95, 150 masker Evo, penyaring udara (air purifier), dan obat tetes mata juga dikirimkan ke wilayah yang terdampak kabut asap di enam provinsi. Wilayah-wilayah tersebut adalah Jambi, Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur.

"Operasi tanggap darurat bencana kabut asap ini adalah yang kedua untuk tiga bulan mendatang. Kenapa tiga bulan? Karena kita harapkan Januari 2016 musim hujan datang sehingga kondisinya bisa lebih baik. Tapi kita juga sudah mempersiapkan langkah proaktif untuk rencana jangka jangka panjang ke depan agar bila saat terjadi bencana seperti ini lagi kita bisa siap," tambahnya.

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini