nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mitos Salah soal Efek Berhenti Merokok

Erika Kurnia, Jurnalis · Jum'at 30 Oktober 2015 15:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 10 30 481 1240860 mitos-salah-soal-efek-berhenti-merokok-9bjpG795fo.jpg Mitos salah efek berhenti merokok (Foto: Earhtimes)

BANYAK perokok yang mengaku kesulitan berhenti merokok karena adanya berbagai keluhan, seperti pusing, dada sesak, nafsu makan bertambah. Padahal keluhan itu hanyalah faktor psikis, bukan fisik.

Dr Frans Abednego Barus, SpP dari Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengatakan bahwa, memang banyak pendukung rokok yang mengklaim bahwa setelah berhenti merokok daya tahan tubuh mereka turun, sering sesak napas, dan mudah gemuk.

"Sebenarnya itu hanya efek rebound seperti narkoba yang menimbulkan rasa ketagihan. Setelah merokok mereka mungkin bingung harus melakukan apa, lalu jadi senang makanĀ  karena mulutnya biasa isap rokok. Berhenti merokok sendiri terbukti tidak mempengaruhi tekanan dan aliran darah secara negatif, jadi gejala itu lebih karena psikis, bukan fisik," jelasnya dalam acara "Healthy Lung Symposium Global Month of Service" di Doubletree Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2015).

Meski penyesuaian dari kebiasaan merokok menjadi berhenti merokok menyulitkan bagi banyak orang, dr Frans menyarankan agar usaha berhenti dilakukan secara total, bukan gradual atau bertahap.

"Lebih baik stop sama sekali atau total daripada gradual, supaya tidak lagi mudah terpengaruh lingkungan. Berhenti merokok bukan hal yang sulit. Sama seperti kita puasa, memang ada penyesuaian dari yang biasanya makan jadi tidak makan, tapi toh kita bisa melakukannya. Yang penting ada kesungguhan untuk berhenti merokok," pesannya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini