nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seberapa Parah Kebiasaan Merokok Anda?

Erika Kurnia, Jurnalis · Jum'at 30 Oktober 2015 15:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 10 30 481 1240895 seberapa-parah-kebiasaan-merokok-anda-NjajgRvzaT.jpg Cara hitung kebiasaan merokok (Foto: Huffingtonpost)

PARA perokok biasanya tidak sadar dengan kebiasaan merokok mereka. Apalagi mereka merasa sehat setelah bertahun-tahun merokok. Jumlah batang rokok yang diisap per hari dan keluhan kesehatan kecil yang berkaitan dengan kebiasaan merokok mungkin mereka abaikan.

Intensitas merokok dan dampaknya bagi kesehatan jelas berbanding lurus, namun kemunculannya mungkin berbeda-beda pada setiap orang. Namun, sebelum efek atau dampak merokok yang lebih terasa muncul, sebaiknya perokok mengukur apakah mereka perokok ringan atau berat untuk menentukan langkah selanjutnya, kata dr Frans Abednego, SpP, dari Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI).

"Untuk mengukur seberapa parah kebiasaan merokok, ada rumus sederhananya. Caranya hitung usia saat mulai merokok sampai sekarang. Misalnya sudah 20 tahun merokok, kalikan dengan jumlah batang yang dihisap dalam sehari," kata dr Frans dalam acara "Healthy Lung Symposium" di Doubletree Hotel, Jakarta, Jumat (30/10/2015).

Hasilnya sesuaikan dengan indikator berikut, bila di bawah 200 maka itu menunjukkan kebiasaan merokok masih ringan. Sedangkan indikator di antara 200 sampai 600 bisa dibilang perokok sedang. Dan indikator terakhir, bila di atas 600, maka itu menunjukkan bahwa Anda atau siapa pun adalah perokok berat.

"Merokok sedikit saja akan memicu respon peradangan di saluran napas, karena suhu asap yang rata-rata 60 derajat serta kandungan zat berbahaya lainnya di dalamnya. Perokok mungkin tidak mengeluhkan efek kecilnya, seperti sesak napas di siang dan malam hari, banyaknya lendir, dan kualitas hidup yang turun tanpa disadari. Sementara efek yang lebih besar bisa mengintai belasan atau puluhan tahun kedepan," terangnya.

Ia juga menambahkan bahwa penelitian telah membuktikan bahwa paparan asap rokok baik pada perokok aktif, maupun pasif sama-sama meningkatkan risiko penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) 60-70 persen, kanker paru 30 persen, sisanya risiko kanker lidah, mulut, nasofaring, hingga masalah kesuburan.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini