Simak Fakta Seputar Tumor Rahim

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 02 November 2015 18:07 WIB
https: img.okezone.com content 2015 11 02 481 1242307 simak-fakta-seputar-tumor-rahim-y8dOyBVx9B.jpg Fakta tentang tumor rahim (Foto: Boldsky)

RAHIM wanita sangat sensitif dengan risiko serangan penyakit seperti kista dan tumor secara tiba-tiba. Kali ini kita akan membahas seputar tumor rahim atau fibroid yang juga rawan bagi wanita di seluruh belahan dunia. Yuk simak!

Dikutip Boldsky, Senin (2/11/2015), sejak tumor ini tumbuh di dalam sistem reproduksi wanita, sangat jelas bahwa perempuan mungkin berisiko mengalami fibroid. Penyakit itu dapat mulai tumbuh baik sebagai tumor tunggal atau tumor ganda di rahim.

Ukuran fibroid sangat kecil seperti biji apel atau dapat juga tumbuh besar seperti buah anggur. Dalam kasus yang paling normal, fibroid umumnya tumbuh membesar. Menurut penelitian, ditemukan wanita dengan kelompok usia 35 sampai 55 sangat mudah terdeteksi fibroid.

Beberapa penelitian juga mengungkapkan, perempuan dari benua Afrika dan Amerika tiga kali lebih rentan mengalami fibroid, dibanding dengan perempuan yang tinggal di benua lain. Ada pula beberapa kasus fibroid dialami oleh wanita 20 tahunan. Biasanya tumor itu muncul pada wanita dengan obesitas.

Ada sejumlah cara untuk mendiagnosa fibroid. Caranya Anda dapat melakukan pengujian Miss V dengan memakai scan MRI, untuk mendeteksi ukuran dan lokasi fibroid. Jika Anda tidak memiliki gejala fibroid, Anda tidak perlu melakukan pengobatan. Tapi hanya perlu mendapat pantauan dari dokter dengan pemeriksaan ginekologi tahunan.

Adapun gejala fibroid yang Anda wajib kenali yaitu terasa berat di perut bagian bawah, menstruasi menyiksa karena disertai dengan perdarahan berat, sering buang air kecil, nyeri di bagian punggung bawah, nyeri selama hubungan seksual, hingga tanda-tanda kehamilan yang tidak jelas.

Jika Anda mengalami salah satu gejala dari tanda-tanda yang disebutkan itu, Anda diminta segera untuk melakukan perawatan non-invasif atau bedah invasif. Setelah melalui tes diagnostik dengan tepat, dokter akan merekomendasikan Anda untuk melakukan jenis pengobatan tertentu.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini