nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nyeri Sendi Berkelanjutan? Waspada Osteoarthritis

Erika Kurnia, Jurnalis · Rabu 04 November 2015 13:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 11 04 481 1243482 nyeri-sendi-berkelanjutan-waspada-osteoarthritis-mcOtfAeUbN.jpg Nyeri sendi tak biasa, waspadai penyakit ini (Foto: Behealthy)

SETIAP orang bisa merasakan nyeri di persendian, seperti setelah berolahraga atau mengangkat beban berat. Tapi banyak faktor lain yang bisa memicu nyeri sendi yang tak biasa, dan kemungkinan itu bisa menjadi masalah serius, seperti osteoarthritis (OA).

Walaupun tidak menutup kemungkinan orang yang lebih muda menderita ini, spesialis ortopedi dan traumatologi, dr Adrian W Tarigan, mengatakan OA atau pengapuran sendi umumnya dijumpai pada mereka yang telah berusia di atas 50 tahun.

"OA adalah nyeri sendi kronis atau yang telah dirasakan dalam waktu lama dengan gejala nyeri spesifik. Itu umumnya dirasakan di kaki, gejalanya bisa dirasakan saat berjalan atau bahkan saat duduk," kata dokter dari Rumah Sakit Jakarta tersebut, di Jakarta, dan ditulis pada Rabu (4/11/2015).

Ia menambahkan, pada OA, nyeri spesifik juga disertai kekakuan dan pembengkakan yang hilang timbul. "Selanjutnya, biasanya akan muncul pembengkakan yang kategorinya on-off. Ini bisa kempis saat diistirahatkan, lalu mucul kembali bila kaki digerakkan," lanjut dr Adrian.

Bila OA telah memasuki tahap lanjut, menurut dr Adrian, keterbatasan pergerakan hingga deformitas atau perubaha bentuk tungkai bisa terjadi. “Bila sudah deformitas biasanya pasien akan menemukan tulang kakinya bengkok,” imbuhnya.

OA bisa dipicu kebiasaan sendi menahan beban berat, karena pekerjaan atau berat badan, yang membuat sendi antartulang bergesek dan aus. Selain itu, berkurangnya kondroitin sulfat (zat kimia yang merangsang pertumbuhan lapisan tulang rawan), berkurangnya cairan synovial atau pelumas tulang rawan, dan vaskularisasi sering sebabkan ganjalan yang memicu nyeri.

"OA bila sudah terjadi tidak akan lagi bisa disembuhkan. Jadi cara terbaik untuk mengantisipasinya adalah melakukan gaya hidup sehat sedini mungkin. Hindari olahraga berat, makan sehat, dan jaga berat badan agar ideal,” pungkas dr Adrian.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini