nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hotel Yamato, Saksi Sejarah Perobekan Bendera Belanda

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Selasa 10 November 2015 16:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 11 10 406 1246877 hotel-yamato-saksi-sejarah-perobekan-bendera-belanda-bueqWMUm7o.jpg Hotel Yamato, saksi sejarah pengerebekan Bendera Belanda (Foto: Flickr)

HOTEL Yamato menjadi saksi sejarah pemuda Surabaya yang merobek bendera Belanda September 1945. Seperti apa sebenarnya hotel tersebut?

Nama Hotel Yamato tentu tidak asing bagi setiap siswa dan siswi yang belajar sejarah kemerdekaan Indonesia. Sejak Sekolah Dasar telah banyak diulas mengenai bagaimana perjuangan pahlawan Indonesia melawan penjajah, termasuk di Surabaya yang hingga kini disebut sebagai Kota Pahlawan.

Meski kemerdekaan telah diraih pada 17 Agustus 1945, faktanya bangsa Inggris dan Belanda masih datang dan mengusik Surabaya. Rombongan tersebut ditempatkan di Hotel Yamato yang berada di Jalan Tunjungan 65.

Hingga akhirnya, terjadi perobekan warna biru bendera Belanda oleh para pemuda. Kemudian warna merah putih mereka kerek kembali ke atas tiang.

Hotel Yamato didirikan oleh Lucas Martin Sarkies yang dirancang oleh Alfred Bidwell pada 1900. Awalnya, hotel ini bernama Hotel Oranje dan mulai dibuka pada 1911.

Lalu pada 1936, lobi hotel ini dihias ulang dengan gaya art deco yang merupakan gaya hias yang lahir setelah Perang Dunia I.

Setelah kedatangan bangsa Jepang pada 1942, mereka mengambil alih kepemilikan Hotel Oranje dan mengubah namanya menjadi Hotel Yamato.

Tahun 1945, hotel ini menjadi saksi sejarah para pemuda yang naik ke atap Hotel Yamato dan merobek bendera Belanda. Sejak saat itu, hotel ini disebut sebagai Hotel Merdeka.

Setahun kemudian, kepemilikan hotel diambil kembali oleh Sarkies bersaudara yang kemudian mengubah namanya menjadi L.M.S Hotel untuk mengenang pendirinya, Lucas Martin Sarkies. Namun pada 1969, hotel ini kembali berganti manajemen dan mengubah nama hotel menjadi Hotel Majapahit.

Setelah menjadi Hotel Majapahit, pada 1993 hotel ini berada di bawah manajemen Mandarin Oriental, sehingga kemudian namanya berubah menjadi Mandarin Oriental Hotel Majapahit dan menjadi salah satu warisan budaya Indonesia.

Bertahan hingga 2006, kemudian Mandarin Oriental Hotel Majapahit berubah nama menjadi Hotel Majapahit hingga sekarang.

Bangunan Hotel Majapahit kini terlihat lebih modern dengan lingkungan yang lebih hijau. Meski demikian, hiasan dan arsitekturnya terlihat masih mempertahankan gaya dekor antik.

Hotel Majapahit pernah menerima beberapa penghargaan seperti National Geographic Traveler pada 2009 untuk arsitektur dan desainnya. Serta meraih penghargaan sebagai Green Building Award lima kali berturut-turut.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini