Jangan Mau Kerja ala Kuda Goyang

Retno Wulandari, Jurnalis · Jum'at 20 November 2015 13:32 WIB
https: img.okezone.com content 2015 11 20 196 1252815 jangan-mau-kerja-ala-kuda-goyang-0HqEFQlCR3.jpg Jangan mau kerja ala "kuda goyang" (Ilustrasi: dok. Antakirana)

PERNAHKAH Anda mengalami sebuah hari yang sangat sibuk, dengan tumpukan pekerjaan, dan waktu-waktu terasa begitu panjang seolah hari tak kan pernah berakhir? Ketika akhirnya seluruh tumpukan pekerjaan itu rampung, dan Anda merebahkan diri dengan kelelahan di tempat tidur, Anda menyadari bahwa besok, sudah ada tumpukan pekerjaan lainnya menunggu Anda.

Jika Anda merasa telah bertahun-tahun terjebak dalam hari-hari penuh kerja keras, hingga Anda lupa tujuan awal Anda, pengalaman pribadi motivator Antakirana M. Pd CPBA ini bisa memberikan pencerahan:

Dalam perjalanan pulang dari Kota Cirebon, Jawa Barat menuju Jakarta, ketika melintas di sebuah jalan, di sebelah kiri, sebelum masuk tol, saya melihat ada beberapa toko yang menjual berbagai jenis kerajinan rotan. Kami pun memutuskan untuk berhenti dan mengunjungi salah satu toko tersebut.

Sebuah mainan kuda-kudaan yang terbuat dari rotan di baris paling depan menarik perhatian anak saya, yang langsung menaikinya. Setelah ia mencoba bermain dengan “kuda goyang” itu beberapa kali, akhirnya saya pun membelinya.

Sesampainya di rumah, ia langsung memainkannya, dan sampai sekarang pun ia masih senang bermain di atas kuda goyang.

Yang menarik tentang kuda goyang ini adalah, walaupun anak saya memainkannya selama hampir satu jam, keringatan dan kelelahan, tetap saja kuda itu tidak membawanya kemana pun. Ia tetap berada pada posisi yang sama, yaitu tempat yang persis sama saat ia menaikinya.

Sejenak saya berpikir, apakah yang sedang saya lakukan dengan kehidupan ini? Apakah saya sedang “naik kuda goyang?”

Yaitu, apakah saya hanya sekedar menyibukkan diri atau benar-benar menjadi produktif? Apakah saya hanya terus bergerak atau saya sedang menuju ke sebuah tempat tertentu yang lebih baik?

Apakah kelelahan dan keringat saya worth it atau saya hanya menghabiskan waktu untuk sekedar ingin merasa lelah saja?

Mungkin pertanyaan-pertanyaan itu dapat juga Anda tanyakan kepada diri Anda sendiri.

Saya jadi teringat ketika bertanya kepada seseorang tentang apa yang sedang ia lakukan, dan jawabannya adalah, “Hanya mencari kesibukan.”

Sekali lagi, menjadi sibuk bukan selalu berarti bahwa Anda menjadi produktif. Dan untuk menjadi produktif, Anda tidak harus menjadi terus-menerus sibuk.

Apakah dengan melakukan pekerjaan Anda, Anda sedang menambah nilai kepada diri Anda sendiri? Apakah Anda sedang mencoba menciptakan sesuatu yang bermanfaat? Apakah Anda sedang berpikir keras dan berjuang untuk meningkatkan taraf hidup Anda? Apakah Anda sedang terlibat dalam proyek yang akan memberikan Anda pengalaman dan pembelajaran baru? Apakah Anda sedang membaca buku yang berpotensi mengubah kehidupan Anda?

Atau sebaliknya, apakah Anda hanya bekerja karena memang Anda harus bekerja. Anda berusaha melakukan banyak hal hanya untuk melihat waktu di jam tangan Anda berlalu. Anda begitu dipenuhi dengan jadwal dan aktivitas yang Anda tahu, bahwa apa yang Anda lakukan tidak berkontribusi positif bagi diri Anda.

Mengapa ini terjadi? Karena kebanyakan orang work hard on their job, tapi lupa work hard on themselves.Anda bekerja keras dengan pekerjaan Anda tanpa fokus untuk memanfaatkan apa yang Anda kerjakan sebagai ‘kendaraan’ untuk menjadikan Anda pribadi yang lebih baik.

Mulai sekarang, turunlah dari “kuda goyang” Anda dan mulailah berlari dengan kuda pacu Anda. Bergeraklah sedemikian rupa sehingga Anda menjadi produktif dan menjadi lebih baik dari hari ke hari. Selamat mencoba!

Antakirana, M. Pd, CPBA

Performance Coach & Motivator

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini