Sering Makan Pedas Bisa Terkena Kanker Ini!

Erika Kurnia, Jurnalis · Selasa 15 Desember 2015 18:15 WIB
https: img.okezone.com content 2015 12 15 481 1268170 sering-makan-pedas-bisa-terkena-kanker-ini-iT9VkaNhGc.jpg Sering makan pedas bisa sebabkan kanker usus besar (Foto: Medicaldaily)

KANKER usus besar mungkin tidak terdengar begitu familiar dibandingkan dengan kanker payudara atau kanker serviks. Tetapi, kanker ini bisa disebabkan kebiasaan hidup kita sehari-hari, termasuk sering mengonsumsi makanan pedas. 

Kanker ini telah menjadi salah satu jenis kanker penyebab kesakitan dan kematian tertinggi. Menyerang masyarakat usia paruh baya, kanker ini hampir merata dialami masyarakat dari berbagai kelompok ekonomi, baik miskin atau kaya.

Mengapa demikian? Berikut pemaparan singkat dari beberapa faktor risiko penyebab kanker usus besar, seperti disampaikan dokter bedah digestif RS MRCCC Siloam Semanggi, Dr Benny Philipi, SpPD-KB, dalam acara Kampanye "Cek Saat BAB, Mari Deteksi Kanker Usus Besar", di Hotel Doubletree, Jakarta, Selasa (15/12 /2015).

Obesitas

Kegemukan atau obesitas bisa disebabkan berbagai faktor, termasuk diet dan tingkat aktivitas fisik. Menurut Dr Benny, obesitas yang ditandai dengan indeks massa tubuh di atas 23 dan penimbunan lemak berlebih di tubuh dapat meningkatkan kecenderungan seseorang untuk menderita banyak penyakit, termasuk kanker.

Konsumsi diet tinggi lemak

Kebiasaan diet tinggi lemak memang tidak baik untuk kesehatan, karena memicu mekanisme peningkatan cairan empedu. Bila cairan empedu meningkat di usus besar, maka akan menjadi produk empedu sekunder yang bersifat karsinogen atau bersifat kanker.

Diet kurang serat

Kurang serat telah diketahui memicu berbagai masalah pencernaan, seperti konstipasi dan kotoran menjadi liat dan keras, serta gerakan usus kurang lancar. Bila terjadi secara kronik atau berkepanjangan, masalah pencernaan akibat kurangnya serat akan memicu peradangan yang berujung pada kanker.

Konsumsi makanan asam, pedas, dibakar

Makanan bersifat asam dan pedas menjadi salah satu penyebab masalah pencernaan akut. Bila menjadi kebiasaan, bisa memicu masalah pencernaan kronik. Dr Benny menyampaikan, kebiasaan ini ternyata tidak hanya muncul pada masyarakat modern, tetapi juga di pedesaan. Karena, masyarakat di pedesaan mungkin masih terbiasa dengan cara memasak tradisional menggunakan pembakaran yang meningkatkan risiko kanker.

Faktor lain-lain

Faktor lain yang meningkatkan risiko kemungkinan kanker usus besar adalah adanya riwayat kanker yang berjalan dalam keluarga atau individu. Selain itu, bisa juga karena familial adenomatous polyposis, sindroma lynch, riwayat inflamasu/infeksi usus besar, dan paparan radiasi yang mengubah sifat sel sehat tubuh menjadi ganas.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini