nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inikah Obat Hepatitis C yang Terjangkau?

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 22 Desember 2015 08:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 12 22 481 1272449 inikah-obat-hepatitis-c-yang-terjangkau-X4xOnOKnHv.png Ilustrasi obat (Foto: Backgrounds)

KETERSEDIAN obat hepatitis C generasi terbaru yang dibutuhkan oleh jutaan pasien di Indonesia sangat langka dan mahal. Indonesia AIDS Coalition (IAC) dan Koalisi Obat Murah (KOM) menjual obat tersebut menjadi murah dan mudah dijangkau banyak pasien.

Direktur Eksekutif Indonesia AIDS Coalition Aditya Wardhana mengatakan, pengobatan hepatitis C yang tersedia di Indonesia telah ditanggung JKN adalah obat generasi lama. Padahal, saat ini sudah ada obat Direct Acting Antivirus (DAA), merupakan obat generasi terbaru untuk menyembuhkan hepatitis C.

"Obat itu bernama sofosbuvir, ledipasvir dan daclastavir. 95 persen efektif menidurkan virus hepatitis C dalam waktu tiga hingga enam bulan," ujar pria yang akrab disapa Edo saat Konferensi Pers Indonesia Buyers Club: Ketika Pasien Hepatitis C Membantu Pasien Lainnya di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Senin 21 Desember 2015..

Edo pun mengisahkan, dirinya dan rekan-rekan menjadi kelinci percobaan untuk minum obat generik yang dipasarkan di India itu. Dia marasakan keuntungan obat ini adalah tidak memiliki efek samping berbahaya.

Dalam waktu empat minggu, obat sofosbuvir membuat virus hepatitis C sudah tidak terdeteksi di dalam tubuh mereka. Sayangnya, obat sofosbuvir versi paten dijual dengan harga Rp14 juta per butir pil, dan pasien harus merogoh kocek sekitar Rp1,1 miliar saat melakukan terapi selama tiga bulan.

Namun di India, obat tersebut hanya dijual seharga Rp95 ribu per butir. Maka saat terapi selama tiga bulan, pasien cukup merogoh kocek sekira Rp8,1 juta saja.

"Indonesia Buyers Club tergugah untuk membantu sesama hepatitis C. Sejak lima bulan lalu, kami fasilitasi pasien untuk beli obat murah. Ada sekitar 27 pasien yang sudah kita banyu beli obat versi lama dan baru," imbuh dia.

Namun hingga kini, Edo mengungkapkan, jika BPOM belum memberikan izin edar terhadap merk obat tersebut. Padahal sudah diketahui obat ini sudah mendapat lisensi dari WHO dan ampuh menyembuhkan hepatitis C.

"Obat ini sebenarnya juga sudah dijual di RSCM. Tapi izinnya spesial, karena BPOM belum memberikan izin edar. Harapan kami pemerintah lebih serius mengupayakan obat-obat hepatitis C ini dilegalkan," tutupnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini