Awal Mula Olivia Sukses Jadi Dokter Kecantikan

Vien Dimyati, Jurnalis · Rabu 06 Januari 2016 20:15 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 06 196 1282279 awal-mula-olivia-sukses-jadi-dokter-kecantikan-DH5SfZofaX.jpg Dokter Olivia Ong (Foto: Ist)

SEAKAN haus dengan ilmu, dokter cantik ini tak pernah berhenti mengejar cita-citanya. Bahkan, ia terus belajar hingga ke luar negeri. Dengan harapan membawa manfaat untuk masyarakat banyak, ia ingin apa yang dikerjakan tidak sia-sia.

Ya, nama Olivia Ong tentunya sudah tidak asing lagi. Di Indonesia, wanita kelahiran Jakarta, 30 Januari 1981 ini sangat lihai menggunakan keahlian tangannya ‘menyulap’ wajah seorang wanita menjadi menarik.

Keahlian ini memang tidak gampang ia dapatkan. Butuh perjuangan panjang bagi dr Olivia untuk mencapai kesuksesan seperti ini. Menjadi dokter kecantikan tidak mudah baginya. Pasalnya, sejak awal keinginannya adalah menjadi dokter bedah. Karena saat itu orangtua terkendala biaya membuat dr Olivia mengurungkan niat menjadi dokter bedah. Ia akhirnya memilih dokter kecantikan.

Lantas, bagaimana awal mula dr Olivia mendapatkan keahlian ‘menyulap’ wajah seorang wanita menjadi cantik?

Meski masih terbilang muda, ternyata ia sudah berkeliling dunia hanya untuk menambah pengetahuannya di bidang kecantikan. Bahkan, belajar mengenai teknik injeksi filler tingkat lanjut di Swedia. Di sana ia baru mengetahui kalau filler itu ke depannya akan berguna digunakan oleh umat di dunia untuk kesehatan dan tampilan luar. 

“Kenapa saya belajar sampai ke Swedia? Karena di sana banyak universitas-universitas hebat. Dari semua kota di dunia gak ada seperti di sana. Saya sudah sampai ke pusatnya. Ini menjadi momen untuk menambah kemampuan dan mengembangkan pengetahuan. Karena, dari Indonesia yang belajar ke Swedia hanya segelintir orang,” ungkap wanita yang pernah mengenyam pendidikan di The American Academy of Aesthetic Medicine Aesthetician and Anti-Aging Specialist.

Lulus sebagai mahasiswa terbaik di Universtitas Katolik Atma Jaya, dr Olivia banyak mengikuti berbagai macam seminar dan konferensi internasional untuk menambah pengetahuan. Ternyata, setelah mengenyam pendidikan hingga ke luar negeri dari sana akhirnya ia menemukan talentanya untuk menyuntik. Dengan begitu ia merasakan kebahagian dalam menolong orang. Ia senang bisa memuaskan hati pasien yang datang kepadanya.

“Dengan berbagai permasalahan pasien yang datang ke saya tidak mudah untuk menyembuhkannya. Maka itu, saya banyak belajar tentang ilmu ini. Dengan demikian saya merasakan happy. Makanya saya pilih bidang estetika,” kata wanita yang memiliki suami pengusaha ini.

Bagi dr Olivia, pekerjaan menjadi dokter adalah kesenangan. Saat pasien datang mengeluh tentang penyakitnya ini bukan tantangan baginya. Melainkan dijadikan kesenangan untuk membantu pasien.

Dari sana ia mulai memainkan keterampilan tangannya untuk mengobati orang. “Ini artinya kita diberi kepercayaan karena pasien memberikan kepercayaan pada saya. Bukan menjadikan tantangan agar pasien menjadi cantik. Tapi saya senang ilmu bisa diaplikasikan ke pasien. Gak percuma saya belajar ke negeri orang,” ungkapnya.

Kesuksesan dr Olivia, tidak hanya karena usaha kerasnya untuk belajar. Namun, juga mendapat dukungan dari keluarga terutama orangtua. Bagaimana orangtua mengajarkan kasih. Menghargai dan mengajarkan membantu orang lain. Bahkan, salah satu kisah yang membuat haru dr Olivia adalah saat orangtua menjual cincin pernikahannya untuk menguliahkan dr Olivia.

“Bahkan, karena orangtua sangat mendukung saya untuk menjadi dokter agar mencapai kesuksesan. Pernah suatu ketika saat keluarga saya mengalami ekonomi yang lemah, dan saya butuh dana untuk kuliah. Orangtua sampai menjual cincin pernikahannya,” terangnya.

Maka dari itu, dr Olivia terus tumbuh menjadi sosok yang kuat dan mandiri. Dengan cara didikan orangtuanya yang penuh dengan kasih sayang membuat ia selalu belajar hal positif dari banyak orang.

"Jalan hidup orang berbeda-beda. Jadi saya punya harapan tapi kenyataan berbeda. Itu tidak masalah. Kita gak perlu jadi sosok cengeng dan jangan suka mengeluh. Motivasi diri belajar dari orang-orang sukses. Selama mensyukuri hidup dan usaha pasti sukses. Jangan mengeluh dan cari solusi,” pungkasnya.

 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini