Panduan Memilih Obat untuk Atasi Demam

Erika Kurnia, Jurnalis · Kamis 07 Januari 2016 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 07 481 1282663 panduan-memilih-obat-untuk-atasi-demam-9p94XGGYnJ.jpg Minum obat yang tepat saat demam (Foto: Shutterstock)

KETIKA demam, kebanyakan dari kita mungkin memilih minum obat untuk menurunkan panas secara instan. Demam bisa dikurangi dengan bantuan obat pengurang demam atau penghilang rasa sakit yang sering menjadi tambahan pada beberapa obat.

Secara umum, demam dapat dikurangi dengan ibuprofen atau acetaminophen, yang membantu mengontrol rasa sakit dan mengurangi demam. Kandungan tersebut dapat Anda ketahui dengan membaca kandungan obat pada kemasan obat yang Anda punya.

Anda mungkin juga pernah mendengar Aspirin sebagai pilihan saat demam. Tapi Aspirin bukanlah obat pilihan pertama untuk menurunkan demam, khususnya pada anak-anak. Aspirin bisa beracun dalam dosis besar, sekalipun pada orang dewasa, atau sebabkan sindrom Reye pada anak-anak.

Cara kerja ibuprofen

Ibuprofen menghentikan hipotalamus menaikkan suhu tubuh. Umumnya obat ibuprofen yang dijual umum dalam bentuk tablet berukuran 200 mg. Minum 1-2 tablet setiap empat jam baik untuk menurunkan suhu saat demam. Tapi gunakan obat ini dengan dosis serendah mungkin dan berikan anak obat ini sesuai berat badannya.

Efek samping dari ibuprofen termasuk mual dan muntah, yang dapat dicegah jika obat diminum bersama dengan makanan. Efek samping yang jarang termasuk diare, sembelit, mulas, dan sakit perut. Orang dengan sakit maag atau penyakit ginjal, wanita hamil, dan orang-orang dengan alergi aspirin harus menghindari ibuprofen.

Cara kerja acetaminophen

Acetaminophen juga efektif mengurangi demam. Obat ini umumnya dijual dalam tablet 325 mg atau 500 mg, dan tersedia juga dalam formulasi cair. Minum 1-2 tablet setiap empat jam dapat membantu menghilangkan demam. Seperti banyak obat lain, dosis anak juga harus berdasarkan berat badan anak.

Dosis total tidak boleh lebih dari 3 gram (setara dengan enam dari 500 mg tablet) per 24 jam pada orang dewasa. Bila dosis yang dikonsumsi berlebih, efek samping yang jarang terjadi seperti gagal hati bisa terjadi. Oleh karena itu, orang-orang dengan penyakit hati dan pengguna alkohol kronis harus menghindari obat ini.

Acetaminophen bisa ditemukan pada obat seperti Panadol. Penting bagi Anda untuk teliti membaca label produk dan mengecek kandungan acetaminophen. Banyak obat lain berisi asetaminofen dan kombinasi dengan obat lain sehingga obat-obatan harus diperiksa untuk memastikan bahwa dosis total dengan obat kombinasi tidak melebihi 3 gram dalam 24 jam. Demikian dikutip dari Emedicinehealth, Kamis (7/1/2016).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini