Langkah Antisipasi Tumbuhnya Tumor Kulit Jinak

Erika Kurnia, Jurnalis · Senin 18 Januari 2016 09:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 16 481 1289786 langkah-antisipasi-tumbuhnya-tumor-kulit-jinak-8b6GOduBOV.jpg Antisipasi tumbuhnya tumor jinak (Foto: Shutterstock)

BINTIK atau bercak aneh yang ditemukan di kulit Anda bisa menjadi sesuatu yang mengerikan, seperti tumor kulit jinak. Bercak yang berubah warna atau ukuran atau bekas luka yang menjadi daging tumbuh perlu Anda antisipasi, selain daripada dikhawatirkan karena mengganggu penampilan dan kepercayaan diri Anda.

Dokter spesialis kulit dan kelamin RSU Bunda Jakarta, dr Rachel Djuanda SpKK, mengatakan ada lima jenis tumor kulit jinak yang sering dialami olah masyarakat Indonesia, yaitu nevus pigmentosus atau tahi lalat, keratosis seboroik, xantelasma, keloid, dan veruka vulgaris atau kutil.

Bila Anda menyadari ada pertumbuhan atau perubahan aneh di kulit yang begitu cepat, maka Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk mencegah pertumbuhannya. Namun ada informasi singkat yang bisa Anda ketahui untuk menangani tumor kulit jinak yang didiagnosa dokter Anda, seperti disampaikan dr Rachel.

Nevus pigmentosus atau tahi lalat

Tahi lalat adalah fenomena yang umum ditemui pada setiap tubuh kita. Tubuh setiap orang punya kecenderungan ditumbuhi tahi lalat yang berbeda-beda. Tahi lalat memang dapat tumbuh, namun Anda harus perhatian jika melihat pertumbuhan atau perubahan yang cepat dan drastis.

Indikator perubahan yang bisa diamati adalah dengan aturan ABCD, kata dr Rahel. ABCD yaitu Asimetry atau ketidakteraturan bentuk, Border irregularity atau batas yang tidak jelas, Color atau warna, dan Diameter.

Keratosis seboroik

Bercak di kulit ini muncul tidak saat lahir tapi lebih karena seringnya terpapar sinar matahari. Bercak berisi pigmen kulit dan berakar. Ini dapat dicegah dengan melakukan perawatan kulit yang baik dan penggunaan tabir surya. Namun, bila sudah mengganggu, tata laksana dengan bedah pisau atau pisau listrik dapat menghilangkan bercak mengganggu tersebut.

Xantelasma

Ini terlihat selerti kutil namun berwarna sama seperti kulit atau kekuningan karena berisi lemak. Tonjolan kecil berbentuk lonjong ini biasa ditemukan di kelopak mata dan sering disalahkan sebagai akibat kolesterol berlebih. Namun, penyebab sesungguhnya masih dipertanyakan, apakah itu karena kebiasaan makan makanan berlemak atau bukan, kata dr Rahel.

Keloid

Keloid adalah pertumbuhan kulit berlebih di tempat bekas luka. Kemunculan keloid biasanya karena ada faktor keturunan, sehingga menghindari trauma dan melakukan perawatan luka yang baik adalah cara terbaik untuk mencegah perburukan.

"Keloid bisa diatasi dengan obat suntik. Tapi sekarang sudah banyak obat oleh yang bagus untuk mengempeskan keloid dan mengurangi risiko sakit seperti saat pegobatan dengan bedah atau suntikan," terangnya.

Veruka vugaris atau kutil

Dr Rachel menegaskan bahwa jenis tumor jinak tersebut dapat dicegah dengan menjaga kebersihan tangan dan kaki dan jangan membiarkan kaki dalam kondisi lembab.

"Khusus untuk nevus pigmentosis atau tahi lalat memang tidak dapat dicegah pertumbuhannya. Namun, amati bila ada perubahan. Misalnya pertumbuhan sangat cepat, perubahan bentuk, perubahan warna, dan diameter yang meluas," pesannya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini