Share

3 Terapi Solusi Disfungsi Ereksi

Erika Kurnia, Jurnalis · Jum'at 29 Januari 2016 00:05 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 28 481 1299741 3-terapi-solusi-disfungsi-ereksi-v2nE02Dkws.jpg Ilustrasi pria mengalami disfungsi ereksi (Foto: Medicalnewstoday)

DISFUNGSI ereksi (DE) bisa terjadi karena alasan psikologis atau fisik. Bila gangguan pada ereksi yang Anda alami telah dinyatakan oleh dokter disebabkan oleh masalah pada tubuh Anda, beberapa terapi pengobatan bisa dilakukan.

Lalu apa saja pilihan terapi yang bisa diresepkan dokter untuk kondisi Anda, berikut gambarannya, seperti dilansir dari Menshealth, Jumat (29/1/2016)

PDE5 Inhibitor

Ketika Anda baru didiagnosis dengan DE, Anda mungkin akan diminta untuk mencoba obat lini pertama dari jenis PDE5 inhibitor. Bahkan, 75 persen pria dalam studi diresepkan obat-obatan tersebut.

PDE5 inhibitor termasuk sildenafil (Viagra), tadalafil (Cialis), dan vardenafil (Levitra). Efektivitas mereka sama karena memiliki cara kerja yang sama, kata Dr McVary. Obat-obatan menyebabkan otot halus relaks dan pembuluh darah membesar, ini membantu pria berereksi ketika terangsang.

Tetapi ada beberapa perbedaan. Cialis dapat bekerja lebih lama, sampai 36 jam, dan Anda tidak perlu khawatir dengan interaksi bersama makanan. Sementara dengan Viagra dan Levitra, makanan tinggi lemak bisa memblokir penyerapan obat, sehingga Anda lebih baik makan setelah dua jam meminum obat, kata Dr McVary.

Alprostadil

Jika pil oral tidak bekerja untuk Anda, terlalu mahal, atau memberikan efek samping, Anda mungkin diminta untuk mencoba alprostadil, yaitu pengobatan lini kedua, kata Dr McVary. Alprostadil meningkatkan aliran darah dan menyebabkan otot-otot halus bersantai.

Obat dapat diberikan dengan suntikan di alat kelamin Anda. Kedengarannya mengerikan, ya? Di awal, pria mungkin ngeri mendengarnya, tapi setelah mencobanya semua akan baik-baik saja, kata Dr McVary.

Salah satu efek samping yang potensial adalah priapism atau ereksi berkepanjangan. Penyuntikan yang terlalu sering juga dapat menyebabkan pembentukan jaringan parut yang mengganggu fungsi ereksi.

Terapi Penggantian androgen

Juga dikenal sebagai pengganti testosteron, pengobatan ini diresepkan untuk 31 persen pria dalam studi. Tapi itu harus digunakan pada orang yang memiliki bonafide T rendah, kata Dr McVary. Kondisi itu berarti tingkat darah di bawah 300 ng / dl untuk mereka yang berada di bawah usia 65 tahun.

Rendahnya tingkat testosteron dapat menyebabkan penurunan gairah seks, kurang energi, dan DE. Terapi penggantian dapat membantu meringankan gejala-gejala. Anda mungkin diresepkan terapi suntikan setiap beberapa minggu, patch atau gel harian.

Tetapi jika tingkat hormon Anda sudah cukup, suplemen testosteron tidak akan membantu Anda ereksi dan mungkin menyebabkan beberapa efek samping yang menakutkan. Terapi ini dapat meningkatkan jumlah sel darah merah, membuat darah Anda bergerak kurang lancar dan lebih mudah menggumpal, yang meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini