Waspadai Bahaya Anak Demam Disertai Kejang

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 29 Januari 2016 09:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 28 481 1299757 waspadai-bahaya-anak-demam-disertai-kejang-wjsAIGNbtx.jpg Waspadai anak demam disertai kejang (Foto: Pediatrichouse)

SAAT anak demam tinggi jangan diabaikan. Gejala ini dapat memicu anak kejang yang juga dikhawatirkan mengganggu fungsi otaknya.

"Demam pada setiap anak responnya berbeda-beda. Ada anak yang demam tinggi sedikit langsung disertai kejang. Maka yng kita takutkan terjadinya kekurangan oksigen di otak, sehingga terjadi kelainan permanen di otak," ujar dr Melyarna Putri, MPH dari RS Kartika Husada Bekasi, saat ditemui di kawasan SCBD Senayan, Jakarta Selatan, Kamis 28 Januari 2016.

Apabila sang anak sudah memiliki riwayat kejang, tambah dr Mely, orangtua harus dapat mencegahnya. Saat berobat ke dokter, Anda dapat meminta obat anti kejang yang sewaktu-waktu dapat digunakan.

"Anak yang kejang pertama kali sulit diantisipasi. Kalau misalnya sudah ada riwayat, orangtuanha bilang ke dokter dam diberi obat anti kejang," tuturnya.

Tapi sayangnya, kejang tidak dapat dicegah tanpa obat. Anda hanya dapat mencegah kenaikan suhu tubuh sang anak agar tidak mengalami demam di atas 37 derajat celcius.

"Saat anak demam, kita harus suhu tubuhnya. Jangan sampai naik di atas 37 derajat. Caranya dikompres air hangat atau diberi obat penurun panas agar stabil," tutupnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini