Treasure From The East, Persembahan Busana Imlek Sebastian Gunawan

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Sabtu 30 Januari 2016 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 30 194 1300691 treasure-from-the-east-persembahan-busana-imlek-sebastian-gunawan-cz3DkTgsCn.jpg Koleksi imlek Sebastian Gunawan (Foto: Muhammad Sabki/Okezone)

MENYAMBUT perayaan Imlek atau Tahun Baru China, desainer Sebastian Gunawan kembali menggelar peragaan busana. Peragaan busana dari lini Sebastian A ini bertajuk Treasure from The East.

Pada peragaan busana tersebut Seba, begitu ia akrab disapa, menghadirkan 63 outfit yang didominasi oleh dress. Untuk koleksi kali ini, Seba terinspirasi dari filosofi Tiongkok yang terdiri atas lima elemen signifikan dari budaya, yaitu lacquer, jade, coral, the culture (shio), dan porcelain (keramik).

Seba memadukan bahan bludru, lace, damask, tulle, crosstish, velvet, satin yang diaplikasikan dengan motif chinoiserie yang ikonis. Untuk pemilihan warnanya pun sedikit berbeda.

 

Jika pada umumnya busana khas Imlek berwarna merah, Seba justru menghadirkan warna-warna yang disesuaikan dengan tema. Adapun warna yang ditampilkan adalah warna coral (jingga kecokelatan), hijau yang mencerminkan jade (batu giok), hitam dan emas (lacquer), serta biru dan putih untuk keramik. Menurut Seba, warna-warna tersebut mewakili elemen dalam perayaan Tahun Baru China.

 

“Dalam koleksi ini saya merefleksikan budaya timur dari mulai lacquer, jade, coral, shio, dan keramik. China memang identik dengan warna merah, tetapi ada warna lain yang juga menjadi elemen. Sehingga warna busana yang dihadirkan pun ada yang hijau batu giok, perpaduan hitam dan emas, serta keramik biru dan putih yang berasal dari Dinasti Ming,” ungkap Seba yang ditemui usai pergelaran busana di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Jumat, 29 Januari 2016.

Beragam siluet dress, mulai dari short dress, long dress, model A-line, model mermaid, dengan aksen backless hingga off shoulder pun ditampilkan oleh suami dari desainer Christina Paranese itu. Tentu seluruhnya mendapatkan pengaruh dari gaya busana cheongsam.

 

Tidak hanya dress, hadir pula jumpsuit yang cukup aplikatif dengan aksen bersayap hingga drapery. Untuk tiga busana terakhir, Seba menampilkan gaun pernikahan yang juga mendapatkan pengaruh dari cheongsam.

 

Seluruh tatanan rambut dan riasan wajah para model pun seragam. Untuk tatanan rambutnya, Seba sengaja memilih tatanan rambut seperti tokoh-tokoh kerajaan China zaman dahulu.

 

“Sengaja tanpa adanya elemen aksesori, adanya keseragaman make-up dan tatanan rambut akan menyuguhkan jalan cerita yang sama dalam sebuah koleksi busana,” imbuh Seba.

Tak hanya tatanan rambut dan riasan wajah, sepatu yang digunakan para model pun juga dibuat sama. Mereka mengenakan boots dengan model pointed shoes semi transparan berwarna gold.