Jangan Sepelekan Panu yang Mati Rasa

Erika Kurnia, Jurnalis · Sabtu 30 Januari 2016 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 30 481 1300963 jangan-sepelekan-panu-yang-mati-rasa-zzltEm8Iot.jpg Jangan sepelekan panu yang mati rasa (Foto: Zeenews)

KUSTA adalah penyakit menular yang disebabkan kuman mycobacterium leprae yang menyerang saraf tepi di kulit. Kusta akan menimbulkan bercak-bercak pada kulit yang beberapa di antaranya bisa bersifat kering. Tapi, keadaan tersebut sering disalahartikan sebagai panu.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, dr Wiendra Waworuntu, MKes, mengatakan bahwa kusta berbeda dengan panu yang menimbulkan rasa gatal karena infeksi jamur.

"Panu memiliki unsur gatal dan kemerahan di pinggiran bercak. Sementara bercak kusta ada penebalan saraf sehingga ada sensasi mati rasa dan di kulit tersebut tidak akan berkeringat," jelasnya singkat saat ditemui dalam acara menjelang peringatan Hari Kusta Sedunia minggu ini, di Kantor Kemenkes RI, Jakarta.

Menurutnya, ada dua jenis kusta, yaitu kusta kering dan basah. Kusta kering memiliki ciri umum yang nampak seperti panu dan ini adalah gejala awal kusta. Adapun kusta basah dapat berbentuk bercak dan penebalan pada kulit yang kemerahan seperti kadas dan mati rasa.

“Kalau jumlah bercak putih yang mati rasa kurang dari 5 buah maka jenis kusta yang diderita termasuk jenis kusta kering. Sedangkan pada jenis kusta basah, biasanya jumlah bercak putih lebih dari 5,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Dr dr Sri Linuwih Menaldi, SpKK(K), Ketua Divisi Dermatologi Infeksi Tropik FKUI RSCM, mengatakan bahwa untuk memastikan seseorang menderita kusta atau tidak, pemeriksaan dengan mengerok jaringan kulit untuk mendeteksi bakteri juga bisa dilakukan.

“Kalau ditemukan ada bercak mencurigakan seperti kusta, dokter bisa mencari tahu lewat kerokaan kulit untuk melihat kuman. Tapi pertama kali memang cek dulu apa ada bagian kulit yang terasa baal atau mati rasa, karena kalau pakai hitungan suka ada yang terselip,” tambahnya.

Bila seseorang benar menderita kusta, untuk kusta jenis kering, pasien harus menjalani terapi obat selama enam bulan. Sementara untuk pasien dengan kusta basah atau yang sudah cukup parah, terapi obat yang bisa secara gratis didapatka di Puskesmas sampai 12 bulan.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini