Sebab Donor Ginjal Jenazah Tak Populer di Indonesia

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 04 Februari 2016 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 02 04 481 1304754 sebab-donor-ginjal-jenazah-tak-populer-di-indonesia-inMESledyc.jpg Ilustrasi (Foto: Stemgenex)

PERKEMBANGAN tranplantasi ginjal di Indonesia belum sepopuler hemodialisa. Padahal keduanya merupakan terapi utama bagi pasien gangguan ginjal untuk memperbaiki kualitas hidupnya.

Ketua Umum Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) dr Dharmeizar, SpPD, K-GH mengungkapkan, perkembangan transplantasi ginjal di Indonesia sangat lambat. Jumlahnya masih di bawah 900-an dari 15 pusat transplantasi yang sudah mampu melaksanakan.

"Di Indonesia, semua donor ginjal adalah donor hidup (orang yang masih hidup-red). Karena masih bertentangan dengan budaya, relasi keluarga, agama kuat, dan peraturan pemerintah," ujarnya saat ditemui di kawasan Matraman, Jakarta Timur, kemarin.

Sementara itu, menurut dr Dharmeizer, kondisi ini berbeda dengan luar negeri, dimana pasien akan lebih mudah untuk mendapatkan donor ginjal. Di sana banyak sekali donor jenazah dan asalnya bukan dari keluarga.

"Mereka (si pasien-red) mendaftar di bank donor ginjal. Sehingga memudahkan untuk mendapat donor ginjal, meski dari jenazah," terangnya.

Sebagai informasi, transplantasi ginjal merupakan cara penanganan gagal ginjal tahap akhir yang paling ideal. Terapi ini membuat pasien tidak lagi melakukan cuci darah atau bahkan minum obat-obatan khusus.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini