Cegah Orientasi Seks Menyimpang pada Anak

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 19 Februari 2016 19:15 WIB
https: img.okezone.com content 2016 02 19 481 1316662 cegah-orientasi-seks-menyimpang-pada-anak-cwwYWvVGOC.jpg Dampingi perkembangan anak (Foto: Sheknows)

TIDAK hanya waspada dengan pubertas dini, orangtua pun harus mencegah anak agar tidak mengalami orientasi seksual menyimpang. Bagaimana caranya?

Psikolog Ade Dian Komala MPsi dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSAB) Harapan Kita mengatakan, anak usia enam tahun harus sudah diawasi perilakunya dan pergaulannya.

"Di usia enam tahun anak perempuan dan laki-laki sekarang sudah mulai kagum dengan seseorang. Misalnya anak perempuan kagum dengan guru wanita di sekolahnya, karena cantik dan menarik. Lalu ia meniru gayanya, tapi jangan dibiarkan berlebihan," katanya saat ditemui di kawasan Slipi, Jakarta Barat, baru-baru ini.

Tim dokter klinik remaja RSAB Harapan Kita itu menambahkan, sebagai orangtua harus mengarahkan perilaku si anak sesuai dengan gendernya. Karena saat ini banyak pengaruh menyimpang yang khawatir ditiru anak, terutama lewat tayangan televisi.

"Kalau anak cowok butuh sosok seperti bapaknya dan anak cewek butuh sosok ibu. Dari kegiatan sehari-hari juga beda, misalnya cowok sering diajak ke bengkel atau menyukai kegiatan cowok dan cewek bisa ikut ibunya belanja dan kenal dengan barang-barang yang sesuai," terangnya.

Apabila sang buah hati tiba-tiba mengalami tanda orientasi seksual menyimpang, Anda harus sigap. Benarkan karakter dan perilakunya sesuai jenis kelamin.

"Orangtua harus bisa memberikan arahan kepada anak. Karakter asuh dibenarkan sesuai dengan sosok. Kami juga akan tes mereka kalau konsultasi, penyebab orientasi seks menyimpang ini karena pengaruh hormonal atau psikologis," tutupnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini