Intervensi Orangtua pada Anak Korban Pelecehan Seksual

Afiza Nurmuseriah, Jurnalis · Senin 22 Februari 2016 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2016 02 22 196 1318345 intervensi-orangtua-pada-anak-korban-pelecehan-seksual-q50pLWC2sB.jpg Kasus pelecehan anak (Foto: Ilustrasi Okezone)

MARAKNYA kasus pelecehan seksual anak di bawah umur mengharuskan orangtua untuk memperketat pengawasan pada buah hati. Namun bagaimana bila anak telah terindikasi menjadi korban pelecehan? Berikut bentuk intervensi orangtua yang harus dilakukan yang dijelaskan oleh psikolog pendidikan dan anak, Elizabeth Santosa, kepada Okezone belum lama ini.

Tentukan waktu yang tepat

Bila anak telah menjadi korban, pilih waktu dan tempat yang nyaman bagi anak untuk membicarakan semua hal yang telah membuatnya sakit dan menjadi korban. Misalnya, di pagi hari ketika konsentrasinya masih fokus dan merasa tenang. Sehingga ia bisa mengungkapkannya tanpa hambatan.

Perhatikan nada bicara

Berhati-hati dan perhatikan nada bicara Anda. Jangan sampai membuat anak takut dan akhirnya tak dapat mengutarakan kejadian pahit yang ia alami.

Jangan cepat menyalahkan

Jangan cepat menilai dan menyalahkan anak. Gunakan kata ganti “kamu” yang dinilai sangat memojokkan anak dengan kata “saya”. Karena ini juga berarti Anda memposisikan diri Anda sebagai korban, sehingga anak dapat merasa leluasa mengungkapkan pelecehan yang ia alami.

Sabar

Mungkin perasaan Anda sebagai orangtua bercampur aduk karena merasa sedih dan emosi namun tetaplah bersabar. Anak biasanya mendapat ancaman dari pelaku, oleh sebab itu tidak mudah bagi anak untuk terbuka dengan orangtuanya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini