Cara Proteksi Anak agar Tak Teracuni Pornografi

Vessy Frizona, Jurnalis · Senin 22 Februari 2016 18:15 WIB
https: img.okezone.com content 2016 02 22 196 1318443 cara-proteksi-anak-agar-tak-teracuni-pornografi-NFpsrj3PVb.jpg Agar Anda tak teracuni pornografi (Foto: Familyshare)

ORANGTUA harus berhati-hati menjaga si buah hati dari kejahatan pornografi. Dengan melindungi anak dari pornografi, Anda bisa menang melawan kejahatan seksual yang berasal dari gambar porno tersebut.

Seiring perkembangan zaman batas pornografi semakin melebar. Hal yang dulu dianggap tak pantas ditujukkan dan dilihat anak-anak, kini dianggap biasa, seperti gambar billboard serta televisi. Efek pornografi sendiri dalam jangka panjangbisa berakibat fatal. Salah satunya terjadi kekerasan seksual, sikap negatif terhadap wanita, meningkatkan perselingkuhan, dan cerai.

Dalam sebuah studi di Universitas Brigham Young tahun 2014, telah ditemukan cara yang tepat bagi orangtua untuk membantu anak perangi pornografi. Berikut diantaranya.

Menjaga pertahanan luar

Langkah sederhana melindungi anak dari pornografi adalah menjauhkan mereka dari benda-benda yang berpotensi mengenalkan anak dengan hal-hal porno. Seperti ponsel, komputer, dan gadget. Jika anak menggunakan gadget buat kebijakan kalau orangtua bisa mengakses setiap saat.

Mengajarkan kebenaran

Menurut studi tahun 2014, banyak anak muda menganggap pornografi sebagai sumber utama mereka mendapat pendidikan seks. Oleh sebab itu, orangtua harus mengajarkan bahwa perilaku seksual yang digambarkan dalam film porno, adalah hal tak lazim dan tidak sehat. Anak-anak perlu tahu bahwa konteks cinta dan keintiman hanya ada dalam pernikahan yang menciptakan keluarga.

Mendiagnosis permasalahan

Orangtua perlu melakukan pendekatan sejauh apa keterlibatan anak dalam melihat pornografi, kapan, apa pemicunya, dan seperti apa pemahaman anak. Setelah mengetahui, orangtua tahu tindakan seperti apa yang harus dilakukan. Dalam hal ini orangtua bisa berkonsultasi kepada psikolog untuk meluruskan pemahan anak.

Ajarkan managemen emosi

Anak muda sering menjadikan pornografi sebagai pelarian untuk menghilangkan stres. Untuk itu, orangtua perlu mengajarkan managemen emosi yang sehat. Menerima bahwa emosi baik positif maupun negatif sebagai hal normal dan sehat. Bantu anak-anak membangun keterampilan mengatur emosi yang diperlukan kehidupan.

Mempraktikan kesabaran

Otak remaja berada di fase perkembangan. Dalam hal ini peran orangtua perlu untuk mengajarkan mereka sabar menanti hal yang membuat penasaran. Beri tahu anak bahwa ada waktunya mereka mengenal seks tanpa harus lebih dulu melihat pornografi. Demikian dikutip Familyshare, Senin (22/2/2016).

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini