Jangan Terus Menerus Serukan LGBT

Afiza Nurmuseriah, Jurnalis · Selasa 23 Februari 2016 10:47 WIB
https: img.okezone.com content 2016 02 23 196 1318971 jangan-terus-menerus-serukan-lgbt-be2UNMNiMw.png Jangan terus menerus serukan LGBT (Foto: )

MEMANG merupakan hak setiap orang untuk memilih aktivitas dan perilaku seksual yang dikehendaki. Namun, apakah komunitas LGBT butuh diserukan dan dimunculkan? Ini merupakan isu yang berbeda lagi dan butuh dicermati secara mendalam.

Pilihan akan aktivitas dan perilaku seksual sangat pribadi sifatnya. Ibarat sedang meneriakkan pada seisi dunia bahwa Anda menikmati "doggy style" melebihi "spoon style", menurut psikolog ternama dari Rumah Sakit Pondok Indah, Roslina Verauli, ini sangat tabu untuk diceritakan dan memang tidak sepantasnya untuk diumbar. Karena tentu akan ada orang di sekitar Anda yang tak nyaman bahkan terluka dengan pernyataan sikap tersebut.

“Meskipun dalam aktivitas kencan penganut homoseksual 'relatif' terbuka dalam pengertian menganut pola "open relationships" atau bebas berhubungan dengan siapa pun tanpa perlu merasa terikat, pola tersebut tak dapat diterapkan untuk umum,” tegas Verauli pada Okezone, belum lama ini.

Seperti diketahui, maraknya propaganda lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) membuat resah orangtua. Pasalnya, mereka mengenalkan hubungan sesama jenis kepada anak-anak.

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini