nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Merinding, Tanda Ada Hantu?

KlikDokter, Jurnalis · Senin 21 Maret 2016 17:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 03 21 481 1341941 merinding-tanda-ada-hantu-QTwaaHJ0Ld.jpg Alami ketakutan (Foto: Shutterstock)

MERINDING, banyak yang mengaitkannya dengan adanya hantu di sekitar. Namun, benarkah merinding berarti tanda ada hantu? Simak ulasannya dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter.

Merinding atau dalam bahasa medis dikenal sebagai cutis anserina, adalah suatu kondisi yang ditandai berdirinya rambut-rambut halus pada permukaan kulit.

Berdirinya rambut-rambut di permukaan kulit karena merinding ini kerap kita alami ketika kedinginan, membayangkan, atau melihat benda-benda tertentu yang tidak kita sukai dan membuat takut ataupun geli.

Selain itu, saat sedang merinding, banyak orang sering kali mengaitkannya dengan adanya hantu atau makhluk halus di sekitar. Namun, benarkah hal ini?

Merinding atau cutis anserina ini awalnya dipercaya sebagai mekanisme pertahanan yang diwariskan hewan-hewan yang hidup pada waktu sebelum evolusi manusia. Mekanisme merinding ini penting bagi para hewan tersebut untuk mempertahankan suhu tubuh agar tetap hangat ketika udara dingin.

Dengan mekanisme merinding ini, rambut-rambut halus yang berdiri tersebut berfungsi sebagai mantel tambahan yang menyimpan panas tubuh. Selain itu, pada beberapa hewan, merinding ini juga digunakan sebagai mekanisme pertahanan tubuh. Misalnya, saat bertemu pemangsa atau lawannya, kucing akan mendirikan rambut tubuhnya agar tubuhnya terlihat lebih besar dan lawan menjadi segan padanya. Namun demikian, fungsi dari mekanisme merinding ini tidak banyak bermanfaat pada manusia.

Apa sebenarnya yang terjadi saat kita merinding?

Merinding terjadi karena pelepasan hormon stres yang disebut dengan adrenalin. Adrenalin yang dihasilkan oleh manusia melalui dua kelenjar kecil di atas ginjal tidak hanya menyebabkan kontraksi otot, tapi juga mempengaruhi banyak reaksi tubuh lainnya.

Saat adrenalin tersebut dilepaskan, banyak perubahan dalam tubuh yang kemudian terjadi, seperti detak jantung menjadi lebih cepat, tubuh menjadi lebih banyak mengeluarkan keringat, metabolisme meningkat dan dapat terjadi kontraksi otot arrectores pilorum yang terletak di bawah permukaan kulit. Kontraksi otot ini menyebabkan berdirinya rambut-rambut pada kulit dan menimbulkan gundukan-gundukan pori yang terlihat seperti kulit ayam yang baru dicabuti bulu-bulunya.

Merinding ini menjadi respons dari mekanisme 'fight or light'. Ketika manusia merasa waspada terhadap adanya suatu bahaya, merasa takut, atau terancam, maka manusia adrenalin dan darah yang dipompa ke seluruh tubuh, termasuk otot, menjadi meningkat dan merinding.

Namun, sampai saat ini belum ada penjelasan pasti mengapa merinding ini bisa terjadi pada sebagian orang.

(tty)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini