Seberapa Penting Penggunaan Pelembab pada Kulit Wajah?

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis · Selasa 22 Maret 2016 06:26 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 22 194 1342256 seberapa-penting-penggunaan-pelembab-pada-kulit-wajah-K7uMEGfUHs.png Penggunaan pelembab (Foto: Dailymail)

PELEMBAB merupakan salah satu produk perawatan wajah yang kerap kali diaplikasikan oleh hampir setiap wanita. Pelembab wajah umumnya memiliki kandungan yang dapat membantu melembabkan wajah.

Namun, kini para ahli menyatakan jika krim pelembab memiliki manfaat yang sedikit dibandingkan yang selama ini dipikirkan. Wanita bernama Christianne Wolff (44) adalah salah satu yang mengaku tidak menggunakan pelembab.

Jika bagi sebagian besar orang kebiasaan itu dirasa kurang maksimal, berbeda dengan Christianne yang merasa kulitnya terasa lebih baik dengan tidak mengaplikasikan pelembab.

“Orang-orang selalu mengatakan saya terlihat sepuluh tahun lebih muda dari usia saya. Ibuku memiliki kulit yang baik dan tidak pernah menggunakan pelembab, ia mengajarkan bahwa apa yang dimasukkan dalam tubuh lebih baik dibandingkan hanya diterapkan pada permukaan. Krim wajah adalah membuang uang,” ujar penulis serta ahli kesehatan dan kebugaran dari Chartridge, Bucks, itu seperti dilansir Dailymail, Selasa (22/3/2016).

Kepada putrinya yang berusia enam tahun, Christianne juga mengajarkan agar menghindari penggunaan pelembab sebisa mungkin.

“Penuaan tidak dapat dihindari, saya memerhatikan perubahan kulit karena usia semakin tua. Bahkan, kini saya bisa melihat garis-garis kerutan, tetapi saya tidak menggunakan pelembab yang mengandung bahan kimia, saya menggunakan penghalus kerutan saat tidur,” papar Christianne.

Dr Mark Friedmann, ahli kulit dari The Harley Street Dermatology Clinic, percaya jika apa yang diungkapkan oleh Christianne ada benarnya. Pelembab dapat berlebihan apabila diaplikasikan oleh wanita dalam usia tertentu.

“Pada dasarnya kulit bisa melembabkan sendiri. Kita telah dilengkapi dengan kelenjar minyak yang memproduksi minyak – kelenjar sebaceous, yang berguna untuk mengeluarkan minyak yang dikenal sebagai sebum, ini bekerja secara alami melumasi kulit,” papar Friedmann

Hal senada pun juga diungkapkan oleh dr. Rabia Malik, seorang dokter kosmetik. Menurutnya, penggunaan pelembab pada anak-anak tidak dianjurkan.

“Jika Anda memiliki kulit yang sehat dan baik, penggunaan pelembab tidak harus selalu diterapkan,” ujar dr. Rabia Malik.

Beberapa ahli berpikir bahwa dengan penggunaan pelembab, akan membuat kulit menghasilkan lebih sedikit sebum dan terjebak dalam siklus di mana orang harus menggunakannya terus menerus. Karena itu, mereka yang tidak terlalu membutuhkan, tidak perlu menggunakannya.

Kendati demikian, seiring bertambahnya usia penggunaan pelembab bisa jadi diperlukan. Sebab saat melewati usia menopause, fungsi kelenjar sebaceous berbeda dan tingkat estrogen menurun. Seseorang akan kehilangan minyak dan air yang membuat kulit menjadi lebih kering.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini