nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Penderita Epilepsi Tingkatkan Kualitas Hidup

Erika Kurnia, Jurnalis · Rabu 23 Maret 2016 18:27 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 03 23 481 1344087 cara-ode-tingkatkan-kualitas-hidup-Yn1k6JDqCB.jpg Dukungan psikologis perlu diberikan pada penderita epilepsi (Foto: Shutterstock)

EPILEPSI dapat diobati dan dikendalikan dengan konsumsi obat-obatan secara teratur. Namun, tidak hanya dengan terapi medis, dukungan psikologis dan sosial juga penting bagi Orang Dengan Epilepsi (ODE).

“Epilepsi adalah penyakit kerap kali diderita dalam waktu lama, sehingga perlu pengobatan teratur. Namun, ODE juga perlu dukungan psikologis dari diri mereka sendiri dan dukungan sosial, agar bisa hidup normal dan bisa mengembangkan potensi diri,” kata Aska Primardi, ODE yang berprofesi sebagai praktisi psikologi.

Ia mengatakan bahwa kualitas hidup ODE sebanyak 52 persen harus didukung penuh oleh lingkungan sosial, kemudian 38 persen oleh faktor fisik atau pengobatan, serta terakhir faktor psikologi yang diciptakan sendiri oleh ODE berperan meningkatkan kualitas hidup sebanyak 10 persen.

“ODE umumnya akan mengalami serangan kejang, yang bila semakin sering terjadi dan tidak dikontrol dapat menyebabkan peningkatan kerusakan sel otak dan penurunan kemampuan berpikir. Oleh karena itu, ODE harus rutin mengonsumsi obat, sekalipun serangan sudah berkurang,” terangnya.

Dengan keadaan fisik ODE yang bisa berubah kapan saja saat serangan terjadi, tak sedikit ODE yang merasakan penurunan harga diri, kepercayaan diri, depresi, sulitnya fokus selain pada diri sendiri, bahkan keinginan untuk mengakhiri hidup.

“Untuk itu, ODE harus belajar untuk bersahabat dengan epilepsi, mau menerima diri, melawan emosi negatif dengan berpikir dan melakukan kegiatan positif, seperti dengan berbagi cerita lewat tulisan. Hal terpenting lainnya adalah tidak menyerah pada kondisi Anda saat ini,” lanjut Aska.

Dalam seminar media di Jakarta, Rabu (23/3/2016), ia juga berusaha mengungkapkan bahwa stigma buruk tentang epilepsi di masyarakat juga harus mulai dilawan.

“ODE dan teman-teman lainnya harus membantu melawan stigma bahwa epilepsi itu menular, tidak dapat disembuhkan, membuat penderitanya bodoh, dan tidak dapat berprestasi. Epilepsi dapat dikendalikan dan tidak menghalangi banyak penderitanya untuk tetap berprestasi,” tutupnya.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini