Alasan Diet Vegan Bisa Selamatkan Dunia

Dinno Baskoro, Jurnalis · Kamis 24 Maret 2016 11:37 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 24 298 1344608 alasan-diet-vegan-bisa-selamatkan-dunia-K0Y8ruEWBQ.jpg Burger untuk vegetarian (Foto:Thedailymeal)

KEBIASAAN pola makan ala vegan ternyata punya dampak besar bagi lingkungan. Tak ayal, banyak yang menyebut bahwa menjadi vegan bisa menyelamatkan dunia.

Dilansir dari Thedailymeal, Kamis (24/3/2016), pola makan vegan digadang-gadang lebih ramah lingkungan. Hal itu juga bisa dimanfaatkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Sebuah penelitian dari Oxford University menyatakan bahwa, adaptasi pola makan nabati (vegetarian) benar-benar bisa menyelamatkan jutaan nyawa hingga triliunan dolar dalam mengatasi pemanasan global.

Kemudian, sebuah jurnal yang diterbitkan oleh Prosiding National Academy of Sciences dari Amerika Serikat menyatakan bahwa, diperkirakan ketika banyak orang 8 juta orang) beralih menjadi vegan, maka bisa menyelamatkan 7,3 juta jiwa pada 2050.

Pola makan tersebut juga dapat mengurangi emisi karbon sebesar 63 persen, ketika 60-70 persen penduduk dunia beralih menjadi vegan. Selain itu, perubahan drastis bisa terjadi ketika semua orang beralih menjadi vegan akan terjadi. Salah satu contohnya adalah biaya yang dikeluarkan untuk kesehatan pribadi akan menurun drastis.

Lebih lanjut, para peneliti juga memperkirakan bahwa tiga perempat dari manfaat ini akan begitu terasa di negara berkembang, dimana masalah kesehatan menjadi faktor utama kematian.

“Kami tidak mengharapkan semua orang untuk jadi vegan. Karena apa yang kita makan itu sangat memengaruhi kesehatan pribadi dan lingkungan secara global,” ungkap Marco Springmann, penulis dari Oxford Martin Program, dari the Future of Food.

Mereka juga sadar bahwa untuk mencapai tujuan dari perubahan ini tidak akan mudah. Dia menambahkan, paling tidak kita bisa tingkatkan konsumsi buah dan sayuran sekira 25 persen ketimbang konsumsi daging merah. Sementara itu, konsumsi daging merah juga harus dikurangi sekira 56 persen.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini