nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Angka Nol Kematian Ibu & Bayi Indikator Suksesnya Posyandu

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis · Kamis 24 Maret 2016 09:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 03 24 481 1344519 angka-nol-kematian-ibu-bayi-indikator-suksesnya-posyandu-1RKiyKM87l.jpg Posyandu saat ini multifungsi (Foto: Marieska/Okezone)

GUNA mendapatkan kualitas tumbuh kembang balita dan anak yang sehat, setiap berkala mereka disarankan untuk dilakukan penimbangan berat badan. Tonggak terdepan untuk meningkatkan kualitas gizi bayi dan balita ada pada peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu).

Di Depok, Posyandu sudah dibentuk terintegrasi dan multifungsi. Posyandu terintegrasi dapat dijumpai satu unit di 11 kecamatan.

"Posyandu kita saat ini sudah multifungsi terintegrasi. Satu kecamatan satu. Artinya Posyandu itu tidak hanya bicara kesehatan balita tetapi terintegrasi tentang balita, lansia, remaja, penyuluhan, lingkungan, hingga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)," kata Kader Posyandu Melati RW 05 Bukit Sawangan Indah, Kelurahan Duren Mekar, Bojongsari, Depok, Ratna Syafira.

Ratna menjelaskan, saat ini Posyandu di lingkungannya sudah tidak lagi menangani masalah gizi buruk karena sudah nol kasus. Pihaknya fokus pada pengembangan potensi balita dan remaja serta tumbuh kembang anak.

"Standar keberhasilan posyandu yakni wajib zero Angka Kematian Ibu dan Bayi serta kasus gizi buruk atau persalinan dengan resiko tinggi," jelasnya.

Sebanyak 10 kader di sana bergerak aktif sedangkan di lingkungan paling terkecil dibentuk Dasa Wisma dengan satu tenaga kesehatan. Posyandu juga memiliki kesiapan tiga unit mobil siaga sebagai komitmen RW Siaga bagi penanganan kesehatan masyarakat.

"Mobil siaga ada kita sudah tahu mana mobil yang standbye, ada 3 mobil. Mobil siaga  tak hanya menolong warga yang melahirkan, tetapi antar warga yang sakit juga siap. Di masing- masing dasa wisma di lingkungan terkecil ada tenaga kesehatan yang dipersiapkan. Lalu pihak RW yang koordinir sehingga layanan kesehatan warga lebih cepat," jelas Ratna.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini