Kenali Gejala Autisme Anak Sebelum Usia 3 Tahun

Erika Kurnia, Jurnalis · Kamis 31 Maret 2016 17:06 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 31 481 1350518 kenali-gejala-autisme-anak-sebelum-usia-3-tahun-l6bDjlzTRG.jpg Kenali gejala autisme pada anak (Foto: Shutterstock)

AUTISME atau kini disebut sebagai Gangguan Spektrum Autistik (GSA). Ini merupakan suatu gangguan perkembangan yang secara klinis ditandai oleh adanya tiga gejala utama, berupa gangguan pada kualitas interaksi sosial, komunikasi dua arah verbal dan non-verbal yang terganggu, serta pola perilaku terbatas dan berulang.

"Gangguan pada perkembangan umum seperti itu, bisa muncul sejak usia dini, sampai usia 36 bulan atau 3 tahun. Ini lebih sering terjadi pada anak laki-laki, dengan rasio 3,5-4 berbanding satu dengan anak perempuan," kata dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Konsultan Psikiatri Anak dan Remaja, RS Pondok Indah Group, dr Ika Widyawati, SpKJ(K), pada diskusi media di Jakarta, Kamis (31/03/2016).

Mengingat gangguan autisme atau GSA ini bisa ditemukan sejak dini, maka kesadaran dan tindakan cepat untuk menangani kondisi tersebut akan sangat berguna menahan perburukan perkembangan anak. Oleh karena itu, berikut beberapa gejala-gejala GSA yang sudah bisa dideteksi sejak dini, menurut dr Ika.

-Anak tidak bisa menunjuk

Keingintahunan anak usia 12 bulan, sehingga mereka kerap menunjukan benda yang membuatnya perhatian adalah suatu yang normal. Namun, dikatakan dr Ika, pada anak dengan autisme, perilaku seperti itu bisa tidak dijumpai.

"Jadi misalnya, anak di usia tersebut hanya menyodorkan tangan, tanpa ada kontak mata pada sesuatu, itu bisa menjadi salah satu gejala autisme," kata dr Ika.

-Tidak bisa diberi perintah

Ketika seseorang menunjuk ke benda yang jauh untuk membuat perhatian, anak dengan autisme tidak akan bisa melihat ke benda jauh yang ditunjuk oleh orang lain. Hal ini karena tidak adanya joint connection atau koneksi antara anak dengan autisme dengan lingkungan di sekitarnya. Ini adalah salah satu ciri yang khas dari autisme.

-Kemampuan bicara anak menghilang

Keterlambatan atau belum dapat mengucapkan kata-kata atau berbicara normal pada kebanyakan anak. Namun jika tidak disertai dengan usaha kompensasi melalui mimik atau bahasa tubuh, itu adalah salah saru gejala khas autisme. Ini bisa dikahwatirkan jika anak tidak bisa mengucapkan satu katapun pada usia 16 bulan. Pada kasus lain yang cukup jarang, anak batita bisa mengalami penurunan kemampuan berbicara.

"Saya punya pasien yang saat usianya masih satu tahun sudah bisa berbicara lengkap, bahkan bernyanyi. Tapi suatu saat, kemampuan bicaranya berkurang, dan lama-kelamaan kehilangan perhatian. Jenis GSA ini ada dan penurunan perkembangan bisa terjadi kapan saja selama beberapa tahun pertama anak," tuturnya.

-Hilangnya kemampuan sosial pada usia kapan saja

Dengan tidak adanya perhatian dan koneksi dengan lingkungan sekitar, anak dengan autisme tidak akan dapat membangun kemampuan sosial.

-Anak tidak bisa main pura-pura

Anak dengan autisme, biasanya tidak memiliki cara bermain yang bervariasi dan spontan. Anak normal umumnya akan memiliki imajinasi lebih dengan benda-benda di sekitarnya, sehingga mereka mampu memanfaatkan objek apa saja untuk bermain pura-pura (pretend play) sesuai umur perkembangannya.

"Kalau anak normal usia tertentu bisa menganggap boneka sebagai makhluk hidup yang bisa diberi makan atau pulpen dijadikan pesawat. Tapi pada anak dengan autisme, mereka hanya hanya melihat benda sebagai sesuatu yang konkret," jelas dr Ika.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini