nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diet Khusus Anak Autisme Belum Didukung Bukti Ilmiah

Erika Kurnia, Jurnalis · Jum'at 01 April 2016 11:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 04 01 481 1351125 diet-khusus-anak-autisme-belum-didukung-bukti-ilmiah-ZnhCrvr6vq.jpg Diet khusus anak autisme belum didukung bukti ilmiah (Foto: Shutterstock)

ANDA mungkin pernah mendengar bahwa anak dengan autisme atau Gangguan Spektrum Autisme (GSA) bisa diberi diet khusus untuk mengontrol kondisinya. Sebut saja diet bebas kasein, gluten dan gula, ternyata belum memiliki bukti ilmiah yang kuat dan bisa dijadikan standar terapi.

Disampaikan psikiater anak dan remaja di Klinik Tumbuh Kembang & Edukasi Terpadu RS Pondok Indah, dr Ika Widyawati SpKJ(K), diet demikian hanya menjadi pilihan terapi yang baru direkomendasikan untuk kepentingan penelitian dan bukan untuk aplikasi klinis.

“Terapi biomedik, seperti CFGFSF (diet bebas kasein, bebas gluten, bebas gula), hiperbarik, vitamin, dan suplemen (vitamin B6 dan B12, magnesium, dan omega bebas asam lemak) belum didukung bukti ilmiah yang kuat untuk direkomendasikan sebagai pengobatan gangguan sindrom autistik (GSA)” tegasnya.

Mengenai dampak makanan mengandung gluten yang berdampak pada emosi tak terkendali anak dengan autisme, bisa dibilang masih bersifat individual. Beberapa anak dengan autisme bisa alergi dengan bahan makanan tertentu, sehingga mereka bisa menjadi gelisah sebagai bentuk respons, kata dr Ika.

“Untuk masalah autisme atau GSA ini, terapi yang sudah didukung ‘evidence based medicine’ (EBM) adalah terapi perilaku dan farmakoterapi yang spesifik untuk mengatasi emosi dan perilaku berat yang menyertai GSA,” tuturnya dalam diskusi media di Jakarta, menjelang Hari Kepedulian Autiseme Sedunia 2 April.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini