nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Dia Terapi Tepat untuk Anak Autisme

Erika Kurnia, Jurnalis · Jum'at 01 April 2016 12:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 04 01 481 1351188 ini-dia-terapi-tepat-untuk-anak-autisme-UNPvOj5yhq.jpg Terapi tepat untuk anak autisme (Foto: Shutterstock)

SELAIN terapi perilaku, terapi obat atau farmakoterapi juga penting diberikan untuk menangani kondisi autisme. Meski autisme tidak dapat disembuhkan, bukan berarti anak dengan autisme harus mengonsumsi obat seumur hidup.

“Terapi perilaku dan farmakoterapi yang spesifik untuk mengatasi emosi dan perilaku berat yang menyertai GSA adalah dua bentuk terapi yang sudah dibuktikan secara ilmiah. Namun dalam praktiknya, terapi-terapi yang diberikan akan sesuai dengan kebutuhan,” kata dr Ika Widyawati SpKJ(K), psikiater anak dan remaja di Klinik Tumbuh Kembang & Edukasi Terpadu RS Pondok Indah.

Obat yang diberikan kepada mereka dengan autisme, seperti risperidone dan aripiprazole yang telah disetujui Badan Pangan dan Obat Amerika (FDA), digunakan untuk mengontrol sumbatan pada koneksi antar saraf di otak yang dianggap sebagai penyebab autisme.

“Teorinya, autisme terjadi karena percabangan saraf yang berfungsi menghantarkan impuls atau pesan terhambat oleh banjirnya neurotransmitter, salah satunya dopamin. Partikel obat yang sudah dibuktikan secara ilmiah ini fungsinya untuk menghentikan melimpahnya neurotransmitter, sehingga pesan yang dibawa satu saraf ke saraf lainnya terhubung dengan sempurna,” jelasnya.

Ketika pemberian obat sudah menunjukkan kemajuan, maka dosis obat yang diberikan akan mulai dikurangi. Ini bisa diketahui orangtua dan perawat bila mereka dengan autism telah menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Misalnya, setelah pemberian obat, mereka pelan-pelan bisa bicara beberapa kata atau mulai mengerti ketika namanya dipanggil, kata dr Ika.

“Terapi obat terkadang tidak diperlukan untuk pasien tertentu. Bisa jadi anak dengan autisme bisa membaik ketika mereka dibiarkan bergaul, pergi ke sekolah anak-anak normal, dan diberi perhatian penuh oleh orangtua mereka,” imbuh dr Ika yang ditemui di Jakarta, belum lama ini.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini