nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perhatikan Ini saat Memberi Pertolongan Pertama Korban Kecelakaan

Erika Kurnia, Jurnalis · Jum'at 15 April 2016 10:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 04 15 481 1363574 perhatikan-ini-saat-memberi-pertolongan-pertama-korban-kecelakaan-nKWSJfTQRB.jpg Pertolongan pertama terhadap korban kecelakaan (Foto: Amazonaws)

MEMBERI pertolongan pertama pada korban trauma atau kecelakaan memang tidak mudah. Baik orang awam, tenaga medis, atau tenaga terlatih lainnya haruslah mengendalikan kondisi gawat darurat dengan tepat, cermat, cepat, dengan tujuan menyelamatkan korban dan tentunya diri sendiri.

"Saat memberikan pertolongan pertama yang perlu diperhatikan adalah menjaga situasi agar tidak membahayakan diri sendiri, menenangkan korban dan jangan ikut panik, melindungi diri dari bahaya yang timbul, dan membawa korban ke sarana medis terdekat," jelas dr M Sada Baskara, SpOT, ahli trauma ekstremitas dari Siloam Hospitals TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Menurutnya, secara umum ada beberapa hal yang bisa dicek untuk memastikan kondisi pasien traum saat akan memberi pertolongan pertama. Pertama adalah melihat kemampuan berbicara dan pernapasan, apakah kesulitan ada kesulitan berbicara dan bernapas. Kemudian perhatikan mata untuk mengecek kesadaran dan memegang tangan untuk mengecek respon motorik, suhu, dan nadi pembuluh darah.

"Pada pasien trauma saya biasanya akan memegang tangannya dan melihat matanya. Kalau orang yang masih sadar, tatapannya tidak akan kosong dan tangannya akan bisa merespon. Dari tangan juga kita bisa mengecek suhu, karena kalau yang tangannya dingin berarti ada apa-apa. Di tangan juga bisa dicek nadinya, kalau bisa dihitung detaknya di bawah seratus itu normal, sebaliknya itu berarti ada masalah," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, dalam seminar media Rumah Sakit Trauma Center di Siloam Hospitals TB Simatupang, Cilandak, Jakarta, Kamis 14 April 2016, dr Roys Pangayoman, SpB, FinaCS, menyimpulkan bahwa pasien trauma harus dijaga sedemikian agar saluran napas dan peredaran darahnya lancar. Namun, korban harus diperlakukan hati-hati sebelum dimobilisasi atau dipindahkan. Untuk itu, mencari bantuan medis segera penting dilakukan.

"Pertolongan untuk pasien trauma sebaiknya diserahkan pada pihak medis. Menyelamatkan pasien trauma darurat juga tidak boleh ditunda-tunda dan dokter emergency sebaiknya punya kemampuan memprioritaskan pasien dan kerabat pasien tidak melakukan pemeriksaan diagnostik yang akan menunda penanganan darurat," tambahnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini