Anak Demam, Jangan Sembarangan Kasih Antibiotik!

Erika Kurnia, Jurnalis · Selasa 19 April 2016 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2016 04 19 481 1366916 anak-demam-jangan-sembarangan-kasih-antibiotik-HdugE2Uxrn.jpg Jangan sembarangan berikan antibiotik ke anak (Foto: Pediatrichouse)

UNTUK mengatasi demam, disayangkan karena masih banyak orang yang mempercayakan antibiotik sebagai penyembuhnya. Padahal demam tidak selalu disebabkan bakteri, sehingga tidak memerlukan antibiotik yang justru dapat menyebabkan resisten antibiotik.

dr Purnamawati Sujud SpA(K), MMPed dari Yayasan Orang tua Peduli (YOP), mengingatkan agar orangtua, khususnya, lebih memahami penggunaan antibiotik. Yang perlu diketahui adalah bahwa antibiotik tidak selalu dapat mengatasi demam, terlebih demam yang umum sebabkan sakit.

"Sebagian besar penyakit harian yang digejalai demam disebabkan virus sehingga tidak butuh antibiotik dan antibiotik tidak mempercepat penyembuhan. Sakit seperti common cold, flu, diare akut tanpa darah, campak, cacar, AIDS itu disebakan virus, jadi tidak perlu antibiotik," katanya dalam media briefing 'One Health Approach: Strategi Kurangi Maraknya Bakteri Kebal Antibiotik', di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (19/4/2016).

Ia pun menyarankan agar orangtua atau siapa saja yang terkena demam mencari tahu dulu apa penyebabnya. Untuk orangtua, menenangkan diri dari kepanikan perlu dilakuakan sebelum mengambil langkah bijak dalam menangani masalah anak.

"Saat demam yang terpenting adalah menjaga asupan cairan supaya nggak dehidrasi. Kalau anak muntah itu juga respon alami untuk mengeluarkan racun atau zat asing yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, untuk pertolongan pertama anak bisa diberi cairan agar tidak dehidrasi, khususnya oralit," pesan dokter yang akrab disapa dr Wati ini.

Sayangnya, data menunjukkan 70 persen doker tidak tepat meresepkan antibiotik dan 50-90 persen konsumen beli antibiotik tanpa resep. Data YOP tahun 2006 menunjukkan lebih dari 50 persen orang tua memberi antibiotik pada anak mereka ketika demam. Padahal, seperti ditegaskan dr Wati, tidak semua demam disebabkan antibiotik.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini