nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jutaan Wisman Terpesona Solo 24 Jam Menari

Bramantyo, Jurnalis · Minggu 01 Mei 2016 07:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 05 01 406 1377245 jutaan-wisman-terpesona-solo-24-jam-menari-Y2Y3aTg0Qv.jpg Hari tarian sedunia (Foto: Dailytravelphotos)

MASYARAKAT belahan dunia merayakan Hari Tari Dunia (HTD). Begitu pula di Solo, perayaan HTD diikuti ribuan penari.

Selama perayaan tersebut, kurang lebih 6.300 orang penari pun ikut dalam perayaan HTD. Puncak selebrasi Solo 24 Jam Menari dipusatkan di Jalan Jenderal Sudirman ini mampu menyedot animo ribuan orang.

Tak hanya masyarakat kota Solo atau kota-kota terdekat lainnya yang berbondong-bondong datang untuk menjadi saksi momen setahun sekali tersebut.

Turis asing pun terlihat tak mau kalah mengabadikan 24 jam menari dengan kamera yang dibawanya. Termasuk Walikota FX Hadi Rudyatmo dan Wakil Walikota Ahmad Purnomo pun tak mau ketinggalan menyaksikan pertunjukan tarian kolosal terbesar selama 24 jam yang digelar setahun sekali ini.

Berbagai tarian secara silih berganti, mampu memukau ribuan warga yang menyaksikannya di sepanjang jalan Jenderal Sudirman, atau tepat di depan kantor Bank Indonesia.

Ratusan kostum modern-tradisional mewarnai sepanjang jalan dari depan Bank Indonesia-simpang Gladak Solo.

Di waktu yang sama, dua orang penari 24 jam di Institut Seni (ISI) Solo juga menuntaskan misi menari selama 24 jam.

“Pertunjukan 24 jam menari ini luar biasa. Kapan lagi bisa melihat ribuan penari silih berganti membawakan berbagai gaya secara gratis," terang Andreas Duarana, warga Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.

Tak hanya para penonton saja yang terkesan dengan perhelatan peringatan HTD ini. Salah satu pencetus sekaligus penari pertama 24 jam menari non stop, Eko Supendi biasa dikenal dikalangan seniman dengan nama Pebo.

Menurut Pebo, bukan mampu bertahannya 24 jam menari non stop ini selama 10 tahun ini yang membuat dirinya berkesan.

Namun, ketahan fisik yang prima saat menari selama 24 jam non stop itulah yang membuatnya terkesan. Bagaimana tidak, selama 24 jam lamannya, dirinya selalu bergerak membawakan tarian tiada henti.

"Ketahanan fisik sangat diperlukan saat menari 24 jam. Yang penting tidur jangan terlalu malam. Dan mengkomsumsi telur," bebernya.

Yang terberat saat tampil perdana di Solo menari 24 jam itu, saat memasuki siang hari. Saat itulah sinar matahari mampu membuat tubuhnya lemas.

Sehingga, untuk mengantisipasinya, dirinya selalu. Pasalnya, bila sekali saja terhenti, maka tubuh tidak akan kuat lagi.

"Saat itu saya membawakan tiga buah tarian selama 24 jam non stop. Pengalaman itulah yang membuatnya terkesan," tutupnya.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini